Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dibangun Semi-Modern Usai Terdampak Tol, Masjid Baitul Makmur Kini Fokus sebagai Tempat Singgah Musafir

Delima Purnamasari • Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB
BANGUNAN BARU: Masjid Baitul Makmur yang berada di Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan selesai dibangun dengan konsep semi-modern. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
BANGUNAN BARU: Masjid Baitul Makmur yang berada di Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan selesai dibangun dengan konsep semi-modern. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Masjid Baitul Makmur di Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman yang terdampak Tol Jogja-Solo sudah memiliki bangunan baru. Jaraknya sekitar 200 meter dari bangunan lama. Lokasinya juga strategis karena hanya berjarak 400 meter dari Gerbang Tol Purwomartani.

Ketua Takmir Masjid Baitul Makmur Nur Khozin menyebut, pembangunan masjid baru ini membutuhkan waktu sekitar delapan bulan. Peletakan batu pertama sendiri dilakukan pada akhir Juli 2025. Pembangunan sendiri dilakukan oleh pihak dari kontraktor. Sementara takmir dan warga setempat turut serta melakukan pengawasan.

Baca Juga: Alun-Alun Pancasila Kebumen Semrawut, Lari di Jogging Track Diseruduk Mobil-mobilan Listrik

"Ketika ada yang kurang kami minta diulang. Pembangunan saat musim hujan juga jadi tantangan tersendiri, tapi Alhamdulillah sudah jadi," katanya Minggu (12/4).

Jika dilihat bentuk maupun warna catnya, Masjid Baitul Makmur baru ini memang berbeda dengan yang lama. Nur menjelaskan, tidak ada ketentuan masjid relokasi harus persis sama dengan bentuk awalnya. Perubahan ini juga memang disengaja usai dilakukan konsultasi pada warga hingga tokoh masyarakat sebagai upaya adaptasi. Desain semi-modern inilah yang jadi pilihan dan telah disepakati bersama.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik, YIA Masih Dipadati Penumpang

"Kalau bagian atas masjid itu ada kemiripan dengan yang lama. Tapi bangunan inti lebih modern karena sekarang banyak yang pakai AC jadi luasannya dibuat lebih kecil," tambahnya.

Pembangunan masjid baru ini juga bukan tanpa tantangan karena saat belum selesai, masjid lama sudah dirobohkan. Jadi selama menunggu pembangunan untuk sementara warga beribadah di rumah. Bisa juga musala yang dipasangi atap tambahan agar bisa menampung lebih banyak jemaah, khususnya saat salat Jumat. Atas kondisi ini memang kontraktor memberi kompensasi sesuai dengan keinginan warga.

"Kompensasinya mau ditawarkan dibuat bangunan sementara, tapi akhirnya kami meminta urug buat lahan di belakang masjid," ujarnya.

Baca Juga: Dua Dekade Perlawanan Tambang Pasir Besi di Kulon Progo II Menolak Kerusakan Lingkungan Hingga Ditekan Berbagai Pihak

Masjid baru ini dia sebut sedikit lebih luas dibanding bangunan lama. Desainnya juga memberikan ruang lebih untuk tempat parkir kendaraan maupun tempat masyarakat beristirahat. Nur mengatakan, lokasi masjid yang tak jauh dari Jalan Jogja-Solo memang membuatnya cocok jadi tempat peristirahatan para pengendara. Di sisi lain, direncanakan akan dibuat sebagai pusat pengembangan kegiatan agama atau Islamic Center.

"Memang masjid ke depan difokuskan untuk musafir karena posisinya. Semua target ini tentu harus kami wujudkan dengan maksimal," tambah Nur. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Masjid Baitul Makmur #karang kalasan #Gerbang Tol Purwomartani #tol jogja-solo