SLEMAN - Kabupaten Sleman memiliki badan usaha milik kalurahan bersama (BUMKalma) lembaga keuangan daerah (LKD) yang tersebar di sepuluh kapanewon. Salah satu fokus dari lembaga pengembangan dari program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri ini adalah memberikan bantuan pinjaman, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki akses ke bank karena tidak memiliki jaminan.
Ketua Asosiasi BUMKalma LKD Kabupaten Sleman Abdul Hamid Kurniawan menjelaskan, bunga pinjaman yang ditawarkan hanya 1,5 persen. Sasarannya adalah para ibu rumah tangga dan masyarakat miskin. Mereka berdiri sekitar tahun 2006 dengan total modal Rp 14 miliar dan kini telah berkembang menjadi Rp 56 miliar.
"Kami juga memiliki usaha ekonomi produktif selain simpan pinjam. Ada toko ritel, konstruksi, sampai sewa mobil," katanya Minggu (12/4).
Baca Juga: Meskipun Terapkan WFH, Unit Pelayanan Publik di Bantul Tetap Buka
Abdul yang juga menjabat direktur BUMKalma LKD Umpak Merapi Cangkringan ini berharap, semakin banyak turut campur tangan pemerintah dalam program yang dilakukan. Baik itu dalam bentuk pembinaan maupun pemberian tambahan insentif modal. Suntikan dana ini diyakini sangat penting dalam menambah unit usaha baru sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Bantuan modal itu hanya dulu pertama 2006, setelah itu berhenti dan kami kembangkan sendiri sampai sekarang," ujarnya.
Dia yakin, usaha dari BUMKalma LKD milik Bumi Sembada ini justru bisa diandalkan di tengah banyaknya bisnis usaha lain. Hal ini mengingat pangsa pasarnya yang berbeda dan fokusnya dalam membantu masyarakat.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik, YIA Masih Dipadati Penumpang
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, BUMKalma LKD memang bisa memberi dampak yang luas bagi masyarakat karena memberi opsi pinjaman lebih baik. Daripada harus pinjam ke rentenir dengan bunga lebih besar. Dia berkomitmen untuk bisa terus mendorong lembaga ini agar bisa memberi dampak bagi kapanewon hingga kabupaten.
"Harapan kami tentu agar semakin kuat kelembagaannya. Bisa berlanjut dan dimanfaatkan terus oleh masyarakat," ujarnya. (del/eno)