SLEMAN - Sesosok mayat pria ditemukan terjepit di tumpukan sampah yang terbawa banjir di Pereng Kembang, Balecatur, Gamping, Sleman pada Sabtu (11/4/2026) pagi.
Tragisnya, saat dievakuasi, hingga kini bagian kepala korban belum ditemukan.
Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo mengatakan, penemuan mayat tersebut bermula saat warga setempat melaksanakan kerja bakti sekitar pukul 09.00 WIB.
Mereka berupaya membersihkan material bambu yang menyumbat jembatan Kali Konteng akibat cuaca ekstrem dan hujan deras yang mengguyur wilayah Gamping sejak Jumat sore.
Baca Juga: Mengapa Pisang Berwarna Kuning? Simak Penjelasannya!
Sekitar pukul 10.00 WIB, saat warga sedang menyingkirkan puing-puing bambu, mereka dikagetkan dengan adanya tubuh manusia di tengah tumpukan sampah tersebut.
Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Gamping.
Menurut Bowo, setelah dilakukan identifikasi awal yang diperkuat dengan kehadiran anak kandung dan menantu korban di lokasi kejadian.
Keluarga meyakini jenazah tersebut adalah NR, seorang lelaki berusia 70 tahun, warga dari Dusun Sebaran, Sidoarum, Gamping, Sleman.
Identitas korban terungkap setelah pihak keluarga mendatangi lokasi dan mengenali ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan almarhum.
Berdasarkan keterangan keluarga, lanjut Bowo, NR diketahui mengidap kondisi pikun lantaran faktor usia.
Almarhum dilaporkan sering meninggalkan rumah tanpa pamit dan sulit menemukan jalan pulang.
Sebelum ditemukan meninggal, NR diketahui sudah meninggalkan rumah sejak Jumat (10/4/2026) pagi.
Pihak keluarga bahkan sempat berencana membuat laporan kehilangan orang di Polsek Godean pada Sabtu pagi, sebelum akhirnya mendapat kabar duka tersebut.
"Kondisi tubuh sudah dievakuasi ke RS PKU Gamping. Untuk bagian kepala masih dalam proses pencarian oleh petugas gabungan dari Polsek, Inafis Polresta Sleman, BPBD, dan relawan TRC di lokasi temuan," jelas Bowo, Sabtu (11/4/2026) siang.
Oleh karena itu, hingga saat ini pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban, serta penyebab terpisahnya bagian tubuh tersebut.
Sebab, polisi menduga luka tersebut baru, namun belum bisa disimpulkan apakah akibat terkena alat berat ekskavator saat proses pembersihan sampah atau karena faktor lain.
"Masih lidik. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari RS PKU Muhammadiyah Gamping terkait penyebab luka di dada dan perut, serta berapa lama korban sudah meninggal dunia," ucap Bowo. (ayu).
Editor : Meitika Candra Lantiva