Gunung Merapi Siaga Level III: 2 Kali Awan Panas Guguran dan 122 Kali Guguran Lava Teramati, Warga Sleman-Magelang Diminta Waspada Lahar Saat Hujan

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 05:40 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

 Yogyakarta – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas yang signifikan. Sepanjang Kamis (9 April 2026), tercatat 2 kali awan panas guguran dan 122 kali guguran lava yang meluncur ke arah barat daya. Status aktivitas tetap pada Level III (Siaga), dengan suplai magma yang masih berlangsung.

Menurut Laporan Aktivitas Gunung Api (MAGMA-VAR) Badan Geologi PVMBG periode pengamatan 00.00–24.00 WIB, Gunung Merapi (2.968 mdpl) yang berada di perbatasan Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) terlihat jelas dengan kabut level 0-III.Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati mencapai tinggi 50 meter di atas puncak kawah. Cuaca di sekitar kawasan berawan hingga mendung disertai hujan, dengan angin tenang bertiup ke arah barat-timur. Suhu udara berkisar 18,1–26,4°C, kelembaban 76–100%, tekanan udara 872,8–918,6 mmHg, dan curah hujan mencapai 81 mm per hari.

Baca Juga: Salah Satunya Bantuan Dana dari India, Pemkot Jogja Lanjutkan Penataan RTLH Kampung Lampion Kotabaru

Detail kegempaan yang tercatat:

Awan Panas Guguran: 2 kali (amplitudo 11–13 mm, durasi 152,19–161,89 detik)

Guguran: 122 kali (amplitudo 1–34 mm, durasi 32,84–186 detik)

Hybrid/Fase Banyak: 82 kali (amplitudo 1–46 mm, durasi 7,11–68,13 detik)

Vulkanik Dangkal: 1 kali (amplitudo 6 mm, durasi 11,38 detik)

Selain itu, teramati 18 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Potensi bahaya saat ini masih berfokus pada guguran lava dan awan panas guguran (APG) di sektor selatan-barat daya:

Baca Juga: Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja Haryanto Usulkan Pendidikan Pancasila Jadi Kurikulum Wajib Pelajar SD dan SMP Kota Jogja

Sungai Boyong maksimal 5 km

Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km

Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km

Bila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dalam daerah potensi bahaya tersebut.

BPPTKG menekankan bahwa suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran lebih lanjut. Warga juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan deras di sekitar Gunung Merapi, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” demikian keterangan resmi.

Baca Juga: Sumbang 16 Persen PDRB Kebumen, Pengembangan Ekonomi Kreatif Bakal Diatur lewat Perda

Laporan ini disusun oleh Alzwar Nurmanaji, A.Md dan Tri Mujiyanta dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, berdasarkan data KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG.

Rekomendasi untuk warga Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten:

Hindari daerah potensi bahaya

Waspada lahar saat hujan

Siapkan masker dan perlindungan dari abu vulkanik

Pantau update resmi dari PVMBG dan BPPTKG

Status Level III (Siaga) masih berlaku hingga ada pengumuman resmi perubahan. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun selalu waspada. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG Yogyakarta
Gunung Merapi hari ini Gunung Merapi awan panas guguran Merapi Hari Ini lava pijar