Yogyakarta – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas yang signifikan. Sepanjang Kamis (9 April 2026), tercatat 2 kali awan panas guguran dan 122 kali guguran lava yang meluncur ke arah barat daya. Status aktivitas tetap pada Level III (Siaga), dengan suplai magma yang masih berlangsung.
Menurut Laporan Aktivitas Gunung Api (MAGMA-VAR) Badan Geologi PVMBG periode pengamatan 00.00–24.00 WIB, Gunung Merapi (2.968 mdpl) yang berada di perbatasan Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) terlihat jelas dengan kabut level 0-III.Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati mencapai tinggi 50 meter di atas puncak kawah. Cuaca di sekitar kawasan berawan hingga mendung disertai hujan, dengan angin tenang bertiup ke arah barat-timur. Suhu udara berkisar 18,1–26,4°C, kelembaban 76–100%, tekanan udara 872,8–918,6 mmHg, dan curah hujan mencapai 81 mm per hari.
Baca Juga: Salah Satunya Bantuan Dana dari India, Pemkot Jogja Lanjutkan Penataan RTLH Kampung Lampion Kotabaru
Detail kegempaan yang tercatat:
Awan Panas Guguran: 2 kali (amplitudo 11–13 mm, durasi 152,19–161,89 detik)
Guguran: 122 kali (amplitudo 1–34 mm, durasi 32,84–186 detik)
Hybrid/Fase Banyak: 82 kali (amplitudo 1–46 mm, durasi 7,11–68,13 detik)
Vulkanik Dangkal: 1 kali (amplitudo 6 mm, durasi 11,38 detik)
Selain itu, teramati 18 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Potensi bahaya saat ini masih berfokus pada guguran lava dan awan panas guguran (APG) di sektor selatan-barat daya:
Sungai Boyong maksimal 5 km
Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km
Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km
Bila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dalam daerah potensi bahaya tersebut.
BPPTKG menekankan bahwa suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran lebih lanjut. Warga juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan deras di sekitar Gunung Merapi, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” demikian keterangan resmi.
Baca Juga: Sumbang 16 Persen PDRB Kebumen, Pengembangan Ekonomi Kreatif Bakal Diatur lewat Perda
Laporan ini disusun oleh Alzwar Nurmanaji, A.Md dan Tri Mujiyanta dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, berdasarkan data KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG.
Rekomendasi untuk warga Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten:
Hindari daerah potensi bahaya
Waspada lahar saat hujan
Siapkan masker dan perlindungan dari abu vulkanik
Pantau update resmi dari PVMBG dan BPPTKG
Status Level III (Siaga) masih berlaku hingga ada pengumuman resmi perubahan. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun selalu waspada. (iwa)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : BPPTKG Yogyakarta