Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Sampel Vape Lolos Uji Narkoba, BNN Sleman Tetap Dorong Pelarangan Rokok Elektrik karena Dampak Kesehatan

Delima Purnamasari • Kamis, 9 April 2026 | 21:44 WIB
Kepala BNN Kabupaten Sleman Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya. Delima Purnamasari/Radar Jogja
Kepala BNN Kabupaten Sleman Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya. Delima Purnamasari/Radar Jogja

SLEMAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Sleman menemukan belum ada indikasi kandungan narkoba dalam lima sampel cairan vape yang diuji.

Meski begitu, BNN tetap mendorong pelarangan peredaran rokok elektrik itu karena berpotensi disalahgunakan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Kepala BNN Sleman Kombes Pol Teguh Tri Prasetya mengatakan, telah melakukan pengecekan lima sampel vape dari sejumlah gerai.

Baca Juga: WFH di Pemkab Sleman Belum Dimulai Jumat Ini, Akan Disesuaikan dengan Pemprov DIY

Sampel-sampel tersebut didapat dari seputar Kapanewon Depok yang dinilai sebagai wilayah padat.

"Kami sudah operasi dan sampel dikirim ke laboratorium Bogor. Hasilnya belum terindikasi seperti itu (Red: narkoba)," katanya ditemui usai peresmian kantor baru BNN Sleman, Rabu (9/4/2026).

Walau demikian, dia menegaskan para gerai vape tetap dilakukan edukasi agar tidak sampai menjual cairan vape yang berbahaya.

Baca Juga: Duh, Dispensasi Nikah di Sleman Capai 112 Kasus: Mayoritas karena Kehamilan Tidak Diinginkan

Dampaknya bisa panjang bagi penggunanya, seperti merusak jantung hingga menyebabkan keterlambatan berpikir.

Kondisi ini jelas merusak sumber daya manusia di Kabupaten Sleman.

"Gerakan antinakorba dimulai dari usia anak remaja. Terus dibina dengan ketahanan dari keluarga," jelasnya.

Baca Juga: Tak Perlu Repot Cari Kembalian, Juru Parkir di Kebumen Mulai Arahkan Warga Bayar Pakai QRIS

Menurut Teguh, peredaran zat berbahaya di Bumi Sembada lebih banyak didominasi oleh obat-obatan, seperti pil sapi dan tramadol.

Lantaran akses mendapatkannya yang mudah dan harganya yang murah. Penggunanya juga dari usia remaja hingga dewasa.

"Penyebaran narkoba itu seperti gunung es. Apalagi jika enggan atau takut melaporkan keluarganya," terang dia.

Baca Juga: Kala Brongkos Kantin Balai Kota Jogja Jadi Jamuan Petinggi Partai PDI Perjuangan, Kacang Tolo dan Koyor Jadi Saksi Bisu Pembahasan Rekonsolidasi Fiskal Kota Jogja 

Dalam kesempatan ini Teguh menyampaikan, BNN Sleman menyediakan fasilitas rehabilitasi.

Sasarannya adalah bagi mereka yang sedang dalam proses pemulihan atas kecanduan penyalahgunaan narkoba. 

Fasilitas gratis ini dilakukan lewat Klinik Pratama Sembada Bersinar. Untuk itu, masyarakat diminta jangan segan-segan datang dan mengakses layanan yang ada.

Baca Juga: Dijanjikan Kerja di Busan dan Gaji Rp 12 Juta, Warga Sewon Bantul Jadi Korban Scam di Kamboja

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut, sinergi antara pemerintah kabupaten dengan BNN penting untuk menekan penyebaran narkoba.

Apalagi tantangan penanganannya kini semakin kompleks.

"Tentu kami harap pemberantasan narkoba di Sleman bisa semakin optimal," tambahnya. (del/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#uji narkoba #sampel #BNN Sleman #vape #rokok elektrik