Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pastikan Akses Pendidikan Berkualitas dan Merata, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Gelar Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah di Kalurahan Sinduharjo

Delima Purnamasari • Kamis, 9 April 2026 | 06:45 WIB
Sosialisasi beasiswa pendidikan menengah diadakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY di Pendopo Krido Manunggal, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (8/4). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Sosialisasi beasiswa pendidikan menengah diadakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY di Pendopo Krido Manunggal, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (8/4). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Program beasiswa pendidikan menengah diberikan guna memastikan akses pendidikan berkualitas bagi semua. Terutama bagi mereka yang mengalami keterbatasan finansial. “Harapannya, dapat meringankan biaya dan penerima bisa mengembangkan potensinya secara maksimal,” ujar Anggota Komisi D DPRD DIY Rita Nurmastuti saat sosialisasi beasiswa pendidikan menengah di Pendopo Krido Manunggal, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (8/4). Sosialisasi diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY.

Dijelaskan, sosialisasi bertujuan agar masyarakat mengetahui informasi mengenai program beasiswa pendidikan menengah. Dengan begitu, memudahkan mereka saat melakukan pendaftaran. Menurut Rita, akses pendidikan yang merata sangat penting. Itu sebagai salah satu cara mengurai soal kemiskinan di DIY. Nantinya bisa ditopang dengan sektor lainnya seperti gizi dan kesehatan.

Baca Juga: PSIM Jogja Baru Menang Sekali dari Sembilan Laga di Putaran Kedua, Cik Liana Santai

"Angka kemiskinan masih tinggi dan harus diurai masalahnya. Salah satunya lewat pendidikan," katanya. Dengan status kota pelajar mestinya masyarakat di DIY bisa mendapatkan hak pendidikan agar bisa berprestasi secara maksimal. Sayangnya, masih ada orang tua  mengeluh tidak bisa mengambil rapor anaknya karena belum membayar uang sekolah. Kejadian semacam ini baginya tidak boleh terjadi lagi. Dampaknya tak hanya soal administrasi. Tapi kepercayaan diri siswa, termasuk jika ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. "Tidak boleh ada anak usia sekolah tidak sekolah karena kekurangan biaya. Ini kewajiban pemerintah," tegasnya.

Diingatkan, keberhasilan pendidikan siswa  harus ditopang dengan kerja keras dari wali murid. Orang tua harus bisa menjaga anaknya. Memastikan kondisi tubuhnya sehat. Gizi terpenuhi. Jika ada persoalan dalam keluarga, harus ada keberanian mengomunikasikan agar keluarga dan pemerintah bisa bersama-sama mencari solusinya.

Baca Juga: Resmi Dibuka Hari Ini, Jogja Food & Beverage Expo 2026 Hadirkan Ratusan Industri Makanan dan Minuman

"Kalau ternyata memang mampu membiayai sendiri jangan justru membebankan pada pemerintah" pesannya. Saat ini ada  tiga skema beasiswa yang bisa diakses  masyarakat. Pertama, beasiswa kartu cerdas bagi siswa tidak mampu yang menempuh pendidikan SMA/SMK di DIY. Setiap orang mendapatkan bantuan Rp 1,5 juta per tahun. Kedua, beasiswa retrieval bagi siswa SMP yang tidak bisa melanjutkan sekolah dan siswa SMA/SMK yang putus sekolah.

Setiap murid memperoleh alokasi Rp 3 juta per tahun. Ketiga, beasiswa jaminan kelangsungan pendidikan bagi alumni yang masih memiliki kekurangan biaya adminstrasi sekolah. Alokasinya maksimal  Rp 4 juta per orang.

Baca Juga: Berikut Daftar Pemain Skuad Final Timnas Indonesia di ASEAN U17 Boys Championship 2026

 Rita ingin para peserta sosialisasi bisa menyebarluaskan informasi dari kegiatan tersebut. Mereka menjadi agen penyebar informasi. Harapannya, kelangsungan belajar para siswa bisa terjamin lewat program pemerintah ini. Tidak ada diskriminasi apa pun. "Kalau ada masalah berkaitan biaya sekolah termasuk SD dan SMP, bisa disampaikan. Nanti saya komunikasikan dengan pemerintah kabupaten sesuai kewenangannya," tambahnya.

 Staf Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Andiyanto Eko S menjelaskan, program beasiswa pendidikan menengah itu bersumber dari dana keistimewaan. Tujuannya, menjamin keberlangsungan belajar bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu atau miskin. Hal itu dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pendidikan menengah. "Program ditujukan khusus bagi penduduk DIY. Jika penerima beasiswa pindah ke luar DIY, beasiswanya akan dibatalkan," tambahnya. (del/kus)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Anggota Komisi D DPRD DIY #Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY #program #beasiswa pendidikan menengah