Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Sleman Buka Peluang Investasi Pariwisata di Wilayah Timur, Barat, dan Utara

Delima Purnamasari • Senin, 6 April 2026 | 21:00 WIB
Kepala DPMPTSP Sleman Triana Wahyuningsih. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Kepala DPMPTSP Sleman Triana Wahyuningsih. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman membuka peluang investasi di bidang pariwisata di berbagai wilayah. Kini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman tengah melakukan pengenalan lebih luas agar para investor tertarik untuk menanamkan modalnya.

Kepala DPMPTSP Sleman Triana Wahyuningsih menjelaskan, tengah gencar mempromosikan potensi investasi yang ada. Hal ini agar publik turut bisa melakukan analisis kelayakan bisnis untuk mempelajari secara mendalam potensi bisnis yang ditawarkan.

Baca Juga: Hanya Dikontrak Satu Tahun dan Segera Usai, Fahreza Sudin Siap Lanjut jika Dipertahankan PSIM Jogja

"Pengembangan potensi invetasi wisata tidak hanya Sleman barat, tetapi juga di wilayah utara dan timur," katanya dihubungi Senin (6/4).

Dia mencontohkan untuk wilayah Sleman timur ada projek investasi wisata Tirta Embung Watu Manten, di Wedomartani, Ngemplak. Konsep pengembangannya dengan wahana air, arena kuliner dan stan UMKM, fasilitas kesehatan, dan rekreasi usaha. Nilai invetasinya sebesar Rp 4,9 miliar dengan masa investasi 20 tahun. Sementara untuk payback period bisa dilakukan 11 tahun 1 bulan dengan net present value (NPV) Rp 338 juta.

Baca Juga: Pemprov DIY Pastikan Penerapan Pola WFH Dimulai Jumat Ini, SE Turunan Akan Segera Terbit dan Dibagikan

"Kami juga lakukan kajian analisis ekonomi potensi investasi di kawasan exit Tol Jogja-Solo, di Bokoharjo dan masih on progress," tambahnya.

Wilayah lainnya ada di Sleman utara dengan projek investasi agrowisata kebun buah di Girikerto, Turi. Potensi pengembangannya adalah wisata edukasi sekaligus petik buah durian dan alpukat. Nantinya juga ada area rekreasi outbound, camping ground, maupun gardu pandang. Ada juga pengembangan UMKM untuk kuliner lokal dan cinderamata. Nilai investasinya Rp 731 juta dengan masa invetasi 20 tahun. Payback period cukup 6 tahun 2 bulan dan NPV Rp 3,88 miliar.

Baca Juga: BPS Gunungkidul Bakal Rekrut Ratusan Petugas Sensus 2026, Honor Dijanjikan di Atas UMK

Sementara untuk wilayah Sleman barat, DPMPTSP Sleman menberikan banyak pilihan lokasi invetasi wisata. Mulai dari pengembangan Kampoeng Wisata di Sumberagung, Moyudan dengan nilai invetasi Rp 24,53 miliar. Lalu ada wisata berbasis alam di Sendangarum, Minggir senilai Rp 8,4 miliar. Termasuk wisata edukasi berbasis greenhouse di Sumberahayu, Moyudan senilai Rp 5,32 miliar.

"Kami memberi dukungan pada investor baik dari BUMKal atau investor swasta," katanya.

Triana menyebut, alternatif investasi minimal direkomendasikan agar projek dilaksanakan oleh BUMKal dengan skema pembiayaan multi years sejalan. Sekaligus menyesuaiakan program yang dilaksanakan oleh pemerintah kalurahan.

Baca Juga: Pemprov DIY Pastikan Penerapan Pola WFH Dimulai Jumat Ini, SE Turunan Akan Segera Terbit dan Dibagikan

Sedangkan untuk alternatif investasi moderat, projek bisa dilaksanakan oleh swasta murni. Untuk alternatif berikutnya adalah kerjasama antara pemerintah kalurahan lewat BUMKal dengan sektor swasta. Investasi ini bisa dalam bentuk memfasilitasi kemudahan penanaman modal, seperti memberikan kemudahan perizinan. Lalu pemberian insentif penanaman modal maupun menyediakan pembangunan sarana publik sebagai amenitas pendukung pengembangan potensi investasi. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#dpmptsp sleman #Investree #Pariwisata #investasi #Pemerintah Kabupaten Sleman