Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Kemarau Ekstrem, DP3 Sleman Minta Petani Lakukan Percepatan Tanam dan Gunakan Varietas Khusus

Delima Purnamasari • Minggu, 5 April 2026 | 21:30 WIB
Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Musim kemarau pada 2026 diprediksi lebih panjang dan kering. Anomali ini bahkan dijuluki sebagai fenomena godzilla el nino yang diprediksi berlangsung pada April hingga Oktober. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman menyebut telah melakukan langkah-langkah antisipasi terkait hal ini.

Plt Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto menjelaskan, petani telah diminta untuk melakukan percepatan tanam khususnya pada wilayah potensial. Mereka juga diminta menggunakan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago 4-13, Inpari 38-46, Situbagendit, Situpatenggang, Pajajaran, dan Cakrabuana.

"Terkait prediksi BMKG akan adanya musim kemarau ekstrem yang sangat kering kami telah menyiapkan langkah-langkah strategis," katanya dihubungi Minggu (5/4).

Baca Juga: Setelah Terseret Ombak di Pantai Selatan Kebumen, Tiga Wisatawan Ditemukan Meninggal, Satu Masih dalam Pencarian

Rofiq menyebut, petani telah didorong untuk mengatur pola tanam sesuai kondisi iklim dan ketersediaan air pada masing-masing hamparannya sawahnya. Upaya lainnya adalah melakukan pemetaan wilayah langganan kekeringan dan membangun early warning system mitigasi kekeringan. Hal ini dilakukan dengan menggerakkan fungsi penyuluh pertanian lapangan (PPL) secara maksimal di lapangan. Rofiq juga menegaskan pentingnya mengoptimalkan pengelolaan air irigasi melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, sumur air dangkal, dan sumber air lainnya. Termasuk memanfaatkan pompanisasi, perpipaan dan irigasi perpompaan.

"Kami menjalin komunikasi dan koordinasi lebih intensif dengan BBWS Serayu Opak untuk menjaga pasokan air irigasi melalui Selokan Mataram dan Van Der Wijk," tambahnya.

Baca Juga: WFH Mulai Jumat Besok, Pengawasan Work from Home Pegawai Pemkot Jogja Diserahkan Kepala OPD: Wajib Buat Ini Bukan Malah Liburan!

Sementara itu, salah satu petani asal Godean, Sutrisno menjelaskan, sudah mulai tebar benih sebagai langkah awal penanaman. Dia mengaku secara pribadi belum ada langkah antisipasi terkait potensi kekeringan panjang ini.

"Kami baru memperhatikan dan coba berembug dengan teman-teman yang lain," katanya. (del) 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Godzilla El Nino #dan Perikanan (DP3) Sleman #dinas pertanian #musim kemarau #pangan