Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Update Aktivitas Gunung Merapi 2 April 2026: 145 Guguran Lava, Awan Panas Meluncur 1,1 Km ke Kali Boyong

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 3 April 2026 | 07:38 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

 SLEMAN, Radar Jogja – Aktivitas Gunung Merapi masih tergolong tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Kamis, 2 April 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat ratusan kejadian guguran lava dan satu kali awan panas guguran.

Dalam laporan tersebut, Merapi yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten ini masih berstatus Level III (Siaga).

Secara visual, gunung tampak jelas dengan kabut tipis hingga sedang. Asap kawah berwarna putih teramati dengan intensitas tebal, dengan tinggi berkisar antara 25 hingga 400 meter di atas puncak.

Cuaca di sekitar gunung didominasi mendung dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat dan timur, dengan suhu udara berkisar 17,9–23,8 derajat Celsius. Curah hujan tercatat 7 mm per hari, dengan kelembapan mencapai 87,6–100 persen.

Baca Juga: Sidang Korupsi Bandwith Sleman, Eks Kadis Kominfo ESP Divonis 4 Tahun Penjara: Vonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan yang cukup intens selama periode pengamatan, meliputi:

1 kali awan panas guguran dengan durasi 91,71 detik

145 kali guguran lava

83 kali gempa hybrid/fase banyak

1 kali gempa vulkanik dangkal

6 kali gempa tektonik jauh

Awan panas guguran teramati meluncur ke arah Kali Boyong dengan jarak maksimum 1.100 meter. Selain itu, terjadi 22 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur hingga 2.000 meter.

BPPTKG mengingatkan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi aliran sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.

Baca Juga: Tiga Ruang Kelas SDN Nglarang Sleman yang Terdampak Tol Jogja-Solo Segera Dirobohkan, Siswa Belajar di Aula untuk Sementara

Sementara itu, sektor tenggara berpotensi terdampak di aliran Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di kawasan lereng Merapi.

Selain itu, warga juga diimbau mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih terus berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran sewaktu-waktu di dalam zona bahaya.

BPPTKG menegaskan, jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #guguran awan panas #awan panas guguran #Merapi Hari Ini #lava pijar