Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Ruang Kelas SDN Nglarang Sleman yang Terdampak Tol Jogja-Solo Segera Dirobohkan, Siswa Belajar di Aula untuk Sementara

Delima Purnamasari • Kamis, 2 April 2026 | 21:13 WIB
RELOKASI: SDN Nglarang, Tlogoadi, Mlati, Sleman yang terdampak proyek Tol Jogja-Solo paket 2.2. Delima Purnamasari/Radar Jogja
RELOKASI: SDN Nglarang, Tlogoadi, Mlati, Sleman yang terdampak proyek Tol Jogja-Solo paket 2.2. Delima Purnamasari/Radar Jogja

 

SLEMAN - Persoalan relokasi SDN Nglarang, Tlogoadi, Mlati, Sleman yang terdampak tol Jogja-Solo paket 2.2 akhirnya menemui titik terang. Sebelumnya tertunda lama karena lahan pengganti masuk dalam kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dan lahan sawah dilindungi (LSD). Hingga kemudian muncul  opsi sekolah tidak jadi pindah.


 Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIJ PT Adhi Karya (Persero) Tbk Agung Murhandjanto menyampaikan, kontraktor bisa segera melakukan pembangunan dengan adanya kesepakatan perobohan tiga kelas terdampak, yakni kelas 4, 5, dan 6. Pembongkaran rencananya baru akan dilakukan 24 April hingga 4 Mei menunggu siswa menjalani ujian.


  "Selama menunggu pembangunan sekolah jadi seluruhnya, siswa akan direlokasi di aula sekolah untuk sementara," katanya dihubungi, Kamis (2/4).
Keputusan ini diambil setelah kesepakatan bersama dengan Pemkab Sleman untuk kepastian lokasi lahan pengganti sekolah. Tepatnya berada di utara SDN Nglarang dan masih berada di dusun yang sama. 


Statusnya merupakan tanah kas desa berupa tegalan yang dulunya ditanami kangkung, bukan sawah seperti lokasi sebelumnya. Secara tata ruang dia pastikan lokasi sudah clear tidak ada persoalan. Luasnya 3.625 meter persegi.

Baca Juga: Jadi Direlokasi, Gedung Baru SDN Nglarang Mulai Dibangun April, Pemkab Sleman Turut Bantu Anggaran


 "Untuk pembangunan sekolah yang baru nanti ada kerja sama antara Jasa Marga dengan Pemkab Sleman," tambahnya.


Agung menjelaskan, usai pembongkaran bangunan, pengerjaan tol akan langsung dilanjutkan di lokasi terdampak. Dia menegaskan aspek keamanan tetap jadi prioritas utama. Salah satu standar yang diterapkan adalah dengan pemasangan pagar-pagar pembatas. 


Selain itu, penyesuaian jam pengerjaan pembangunan jika diperlukan. "Lokasi kelasnya itu hanya kena untuk kaki timbunan. Nanti memang ada operasional alat berat," tambahnya.


Keputusan ini disebut telah disosialisasikan kepada wali murid. Agung menyebut sudah ada kesepakatan bersama, bahkan nantinya sebelum pembongkaran akan dilakukan pembagian susu dan masker pada para siswa.

Baca Juga: Danisa dan Shima Tampil Apik, SDN Nglarang dan SD Muhammadiyah Sapen Juara MLSC Yogyakarta Seri 2


 Sementara itu, salah seorang wali murid SDN Nglarang, Suprihatin Widyastuti membenarkan soal kebijakan ini. Dia sebut keputusan itu didapat lewat proses yang panjang dan penuh kendala di lapangan.


 "Wali murid sudah capai. Tuntutan cuma satu dan kemarin terkendala ketersediaan lahan, jadi mesti pindah dari yang disepakati lalu pindah lokasi baru lagi," katanya.


Dia menyebut, yang jadi masalah adalah sejak dulu mereka meminta tidak ada pembongkaran sebelum ada gedung baru. Namun ternyata di lapangan tidak semudah itu dan keputusan didapat begitu alot. 

Baca Juga: Soal Relokasi SDN Nglarang yang Terdampak Tol, Harda Kiswaya Sebut Sudah Ajukan Dispensasi ke Kementerian ATR/BPN


Baginya, kini hal terpenting adalah sudah mendapatkan lokasi gedung baru. "Memang, belajar di aula ada potensi terganggu, tapi mau gimana lagi. Mungkin besok ada rapat-rapat lagi untuk skenario proses belajar mengajarnya," katanya. (del/laz)

Editor : Herpri Kartun
#tol jogja-solo #SDN Nglarang #pt adhi karya