Yogyakarta – Aktivitas Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten masih berada pada Level III (Siaga). Sepanjang Rabu (1 April 2026), gunung api ini mencatat ratusan kejadian gempa guguran dan hybrid, serta puluhan luncuran lava pijar ke arah barat daya.
Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunung Api periode pengamatan 1 April 2026 pukul 00.00–24.00 WIB dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), kondisi visual gunung teramati jelas hingga kabut level 0-III. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang mencapai tinggi 500 meter di atas puncak kawah.
Cuaca di sekitar Merapi cerah, mendung, dan berawan. Angin bertiup tenang ke arah selatan, utara, serta timur. Suhu udara berkisar 17,7–25°C, kelembaban udara 74,1–98,9%, tekanan udara 872,1–918,3 mmHg, dan curah hujan tercatat 19 mm per hari.
Data Kegempaan Gunung Merapi 1 April 2026:
Guguran: 159 kali (amplitudo 2–33 mm, durasi 23,02–206,1 detik)
Hybrid/Fase Banyak: 69 kali (amplitudo 2–38 mm, S-P 0,2–0,9 detik, durasi 8,47–57,93 detik)
Vulkanik Dangkal: 8 kali (amplitudo 5–54 mm, durasi 9,93–22,77 detik)
Baca Juga: WFH di Hari Jumat Khawatir Jadi Long Weekend, Wali Kota Magelang Kaji Sepeda
Petugas juga mengamati 29 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Kepala BPPTKG melalui laporan resmi menyatakan bahwa suplai magma masih berlangsung. Hal ini berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran (APG) di dalam daerah potensi bahaya.
Rekomendasi BPPTKG untuk Masyarakat:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km
Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km
Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km.
Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Dengan Si Apik, Ortu Siswa di SMPN 5 Kebumen Bisa Lihat Aktivitas Anak di Kelas
Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apapun di dalam daerah potensi bahaya.
Waspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, tingkat aktivitas akan segera ditinjau kembali.
Status Level III (Siaga) Gunung Merapi masih tetap berlaku. Masyarakat di wilayah Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jateng) diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di lereng dan kawasan rawan lahar.
Baca Juga: Warga Ngrampal Sragen Ditemukan Meninggal di Sungai Bengawan Solo, Polisi Lakukan Penyelidikan
Laporan ini disusun oleh petugas BPPTKG Ngadiyo dan Tri Mujiyanta, bersumber dari data KESDM – Badan Geologi – PVMBG melalui MAGMA Indonesia.
Pantau terus update resmi BPPTKG dan ikuti imbauan pemerintah daerah setempat untuk keselamatan bersama. (iwa)
(Sumber: Laporan Aktivitas Gunungapi MAGMA-VAR PVMBG/BPPTKG, 1 April 2026)
Editor : Iwa Ikhwanudin