SLEMAN - Jumlah pengidap diabetes melitus di Kabupaten Sleman pada 2025 sebanyak 17.259 orang. Cakupan kasus ini didasarkan pada pasien yang dipantau sesuai pedoman oleh puskesmas secara rutin setiap bulannya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Khamidah Yuliati menjelaskan, dari angka tersebut paling banyak ada pada usia lansia. Sementara untuk data tahun 2026 baru akan divalidasi per April untuk triwulan pertama.
Baca Juga: Lebaran Usai, Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 Dikebut dan Gerbang Tol Segera Dibangun
"Tapi memang sudah mulai ada tren kasus-kasus yang terjadi pada usia lebih muda," katanya, dikonfirmasi Selasa (31/3).
Yuli menyebut, diabetes merupakan penyakit tidak menular dengan berbagai faktor risiko yang jadi penyebab. Mulai dari faktor keturunan, gaya hidup, pola makan, dan kurangnya aktivitas fisik. Dia sebut dinas kesehatan melakukan penanganan secara promotif dan preventif. Hal ini dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi baik secara langsung oleh tim Puskesmas maupun melalui media sosial.
"Sasaran kami pada pasien, keluarga, maupun komunitas," tambahnya.
Baca Juga: Nasib Buruh CV Evergreen Tak Digaji, Sakit Bayar Sendiri, Disnakertrans DIY Sebut Perusahaan Lakukan Tindak Pidana
Upaya lain diberikan secara kuratif yaitu pengobatan rutin. Dilakukan melalui penyediaan dan pemantauan minum obat yang disediakan oleh puskesmas maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Dia sebut juga dilakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin di puskesmas maupun di FKTP masing-masing peserta.
Sementara itu, salah satu pengidap diabetes melitus, Padma Aliffia bercerita jika harus menyuntik insulin setiap hari. Dia mengaku keluarganya memang ada riwayat gula. Kondisinya juga dipengaruhi oleh pola makannya yang buruk. (del)