SLEMAN - Persentase penduduk miskin di Kabupaten Sleman pada 2025 sebesar 6,71 persen atau 89,28 ribu jiwa. Angka ini menunjukkan tren positif dengan adanya penurunan setiap tahunnya. Tren ini ditargetkan tetap terjaga meski di tengah kondisi efisiensi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Nur Fitri Handayani menjelaskan, persentase keluarga miskin tertinggi terjadi di Kapanewon Seyegan, Kapanewon Minggir, Kapanewon Prambanan, dan Kapanewon Tempel. Keempatnya merupakan kapanewon di wilayah perbatasan serta merupakan wilayah perdesaan.
Baca Juga: Prajurit TNI Asal Magelang yang Gugur di Lebanon Tinggalkan Istri dan Bayi; Sebulan Lagi Pulang, Kirim Pesan Terima Kasih ke Istri Malam sebelum Insiden
"Pada 2027 target penduduk miskin Sleman 5,69 sampai 6,56 persen," katanya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) 2027 di Kantor Bappeda Sleman Selasa (31/3).
Dalam target kinerja makro daerah, dia juga menargetkan sejumlah aspek. Misalnya, dalam aspek produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita yang ditargetkan 63,97 hingga 69,30. Sementara untuk 2025 Bumi Sembada berada pada angka 69,11. Dia sebut nilai PDRB per kapita Sleman selalu di atas DIJ meski berada di bawah angka nasional yang pada 2025 sebesar 83,747. Dalam jangka menengah harapannya pertumbuhan ini diharap dapat menjadi wujud pemerataan dan peningkatan bagi lebih banyak masyarakat. Utamanya untuk pengembangan sumber daya manusia yang lebih baik.
Baca Juga: Nasib Buruh CV Evergreen Tak Digaji, Sakit Bayar Sendiri, Disnakertrans DIY Sebut Perusahaan Lakukan Tindak Pidana
"Indeks pembangunan manusia Sleman pada 2025 sebesar 86,35 dan masuk katagori sangat tinggi," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, kondisi tantangan saat ini berupa efisiensi anggaran bukan jadi alasan adanya penurunan kualitas pelayanan publik, apalagi ketimpangan pembangunan. Hal ini harus diupayakan lewat perencanaan yang adaptif, transformasi digital, dan inovasi.
"Jadi pembangunan yang dilaksanakan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kemiskinan," katanya. (del)