SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Berdasarkan laporan MAGMA-VAR periode pengamatan Senin (30/3/2026), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat ratusan gempa guguran dan puluhan luncuran lava pijar.
Cuaca di sekitar Merapi terpantau mendung hingga berawan dengan suhu udara 17,4–27 °C dan kelembaban mencapai 98,5 persen. Angin bertiup tenang ke arah timur, selatan, dan barat.
Dalam pengamatan visual, asap kawah tidak teramati karena tertutup kabut. Namun, aktivitas kegempaan cukup signifikan:
- Guguran: 125 kali, amplitudo 2–37 mm, durasi 31–183 detik
- Hybrid/Fase Banyak: 108 kali, amplitudo 2–38 mm
- Vulkanik Dangkal: 1 kali, amplitudo 51 mm
- Tektonik Jauh: 1 kali, amplitudo 69 mm
Baca Juga: Pikul Salib hingga Gunungan Hasil Bumi, Cara Unik Siswa SD Kanisius Kenalan Borobudur Sambut Paskah
Selain itu, teramati 15 kali guguran lava pijar ke arah Kali Sat/Putih, Krasak, dan Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
BPPTKG menetapkan status Merapi Level III (Siaga). Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG) masih mengancam sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km. Pada sektor tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Masyarakat diimbau:
1. Tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya.
2. Waspada terhadap lahar hujan dan APG.
3. Mengantisipasi gangguan abu vulkanik.
4. Menunggu informasi resmi jika terjadi perubahan aktivitas signifikan.
Baca Juga: Ditemukan Meninggal, Wisatawan Hanyut Sejauh Tiga Kilometer dari Pantai Watubale, Kebumen
Laporan ini disusun oleh Yulianto dari BPPTKG, berdasarkan data KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG. Informasi lengkap dapat diakses melalui laman resmi MAGMA Indonesia. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin