SLEMAN - Organisasi harapan nusantara (Ohana) resmi membuka kantor dan warehouse baru di Kalidadap, Harjobinangun, Pakem, Sleman Senin (30/3/2026).
Salah satu unggulan dari tempat yang dinamakan Ohana Training Center ini adalah pusat pelatihan spesialis kursi roda adaptif.
Pendiri dan Direktur Eksekutif Ohana Indonesia Risnawati Utami mengatakan, Ohana Training Center ini sendiri akan menyediakan beragam fasilitas untuk kebutuhan para penyandang disabilitas.
Baca Juga: 479 Atlet Sleman Dilepas untuk Ikuti Popda DIJ 2026
Fasilitas ini penting, mengingat adanya tren peningkatan jumlah disabilitas ke depannya.
Kondisi ini bisa terjadi karena semakin tingginya penyebaran penyakit tidak menular, seperti stroke dan diabetes.
Lalu perubahan iklim, mutasi gen, hingga pandemi berkepanjangan. Untuk itu dia tegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur dan jaminan bagi disabilitas.
"Para penyandang disabilitas itu unik. Jadi, alatnya harus diukur dan disesuaikan dahulu," katanya ditemui di sela-sela peresmian Ohana Training Center.
Baca Juga: Minat Pengguna KA Bandara Meningkat, Penumpang selama Lebaran Tembus 180 Ribu: Puncaknya pada Minggu 29 Maret
Dia menjelaskan penggunaan alat yang tepat bisa meningkatkan keberlangsungan hidup para penyandang disabilitas.
Misalnya, bagi penyandang cerebral palsy yang bisa jadi membutuhkan tambahan sandaran kepala.
Bisa juga harus ada tambahan tali pengaman untuk penunjang postur tubuhnya.
Sayangnya, selama ini kursi roda yang tersedia umum hanya satu standar untuk semua.
Pun, ke depan akan dimasifkan sosialisasi terkait tren kursi roda adaptif ini di seluruh wilayah Indonesia.
Harapannya masyarakat luas bisa mengetahui bahwa alat yang tepat dapat menguatkan para penyandang disabilitas.
Beragam fasilitas yang disediakan di Ohana Training Center meliputi, layanan kursi roda adaptif, reparasi dan servis kursi roda, konsultasi kerja sama distribusi, hingga pelatihan teknis.
Baca Juga: Soal Demo Karyawan CV Evergreen, Bupati Sleman Sebut Akan Lakukan Komunikasi dengan Perusahaan
Selain itu, tersedia pula pelatihan advokasi kebijakan hak disabilitas, eliminasi kekerasan berbasis gender, serta layanan bantuan dan konsultasi hukum melalui law center.
"Semakin banyak investasi untuk pemenuhan disabilitas, investasi negara itu akan naik dengan sendirinya. Disabilitas bukan beban," tegasnya.
Kondisi itu bisa tercipta karena disabilitas bisa menjadi sosok yang mandiri dan bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Hanya saja kegiatan ekonomi harus bisa diakses secara lebih inklusif.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Meluas, Rektor UII Prof Fathul Wahid Desak Pemerintah Indonesia Siapkan Mitigasi: Batalkan Pembangunan IKN!
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan apresiasi dengan adanya Ohana Training Center.
Harapannya fasilitas ini bisa membawa manfaat khususnya bagi para penyandang disabilitas.
"Jadi agar pemenuhan hak disabilitas di DIJ maupun Indonesia bisa diwujudkan," tambahnya.
Baca Juga: Kabar Baik! Pemkot Jogja Tambah Kuota Kursi di SMPN 10 Jogja pada PPDB 2026, Ini Alasannya..
Government & External Affairs Manager PT NS BlueScope Indonesia, Donny Eko Prabowo menjelaskan, bangunan Ohana Training Center ini dirancang secara khusus.
Desainnya dibuat fleksibel sehingga memungkinkan terciptanya ruang yang luas dan minim sekat. Agar pengguna kursi roda bisa bergerak secara nyaman.
"Tidak hanya soal estetika modern, tetapi mencerminkan semangat pemberdayaan yang diusung oleh Ohana," tambahnya. (del/wia)