SLEMAN - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman merencanakan untuk melanjutkan penataan kawasan kumuh di Soropadan, Condongcatur, Depok. Tahun ini fokusnya adalah penataan sarana prasarana berupa jalan dan drainase.
"Untuk penataan rumah sudah sebelumnya. Sekarang penyempurnaan," terang Ketua Kelompok Tim Perumahan Swadaya DPUPKP Sleman Udji Bawono, Minggu (29/3).
Baca Juga: Dulu Dianggap Mistis, Kini Praktik Hipnoterapi Diakui Ilmiah dan Disertifikasi di UGM
Dia menyebut, penataan jalan ini sangat krusial dalam kawasan kumuh. Perlu dilakukan identifikasi terkait statusnya, apakah benar-benar milik jalan atau justru milik pribadi. Ketika jalan tersebut ternyata milik pribadi dipastikan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Hasil identifikasi ini bisa untuk konsolidasi tanah untuk mereviu secara keseluruhan sertifikat yang berada di dalam kawasan.
"Untuk anggarannya kami gunakan dari APBD, sekitar Rp 800 juta hingga Rp 900 juta," tambahnya.
Baca Juga: Link Live Streaming Pegadaian Championship Kendal Tornado FC vs PSS Sleman Minggu 29 Maret 2026
Penanganan kawasan kumuh disebut harus disesuaikan dengan kewenangannya. Misal, untuk Soropadan merupakan kewenangan kabupaten. Sementara kawasan kumuh Mrican kewenangan pemerintah pusat. Udji menjelaskan, ada berbagai indikator yang bisa digunakan untuk menentukan kawasan kumih. Di antaranya, keteraturan bangunan, drainase, akses jalan, ketersediaan air bersih, masalah pengelolaan limbah, persampahan, hingga akses untuk pemadam kebakaran.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Nur Fitri Handayani menjelaskan, Bumi Sembada juga telah mengusulkan pada pemerintah pusat terkait penanganan kawasan kumuh Mrican. Untuk segmen dua kurang lebih sebesar Rp 30 miliar. Sementara segmen tiga Rp 81 miliar.
Baca Juga: Link Live Streaming PSIS Semarang vs Persipal Palu, Laskar Mahesa Jenar Ingin Keluar dari Zona Degradasi
"Usulan sudah disampaikan ke pemerintah pusat sambil Pemkab Sleman berproses menyelesaikan pemetaan tanahnya," katanya. (del)