Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Simpang Tempel Jadi Jalur Batas Provinsi Terpadat di DIJ, Dishub Sleman Sebut Arus Kendaraan Masih Terkendali

Delima Purnamasari • Jumat, 27 Maret 2026 | 19:51 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Heri Kuntadi. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Heri Kuntadi. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN – Simpang Tempel menjadi titik batas provinsi terpadat di DIY saat arus balik Lebaran, dengan ratusan ribu kendaraan melintas. 

Meski sempat terjadi kepadatan, Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman memastikan arus lalu lintas masih terkendali.

Kepala Dishub Sleman Heri Kuntadi mengatakan, puncak arus balik pertama pada Selasa (24/3/2026).

Baca Juga: Antisipasi Gagal Panen saat Kemarau, DKPP Bantul Telah Siapkan Bantuan Ratusan Pompa Air untuk Petani

Berdasar data batas provinsi dari smart province tercatat 219.854 kendaraan masuk dan 187.262 kendaraan keluar.

Dari sejumlah titik batas provinsi, simpang tempel jadi yang paling padat dengan 53.959 kendaraan masuk dan 50.051 kendaraan yang keluar.

“Memang lebih banyak kendaraan yang masuk dibanding kendaraan yang keluar di Simpang Tempel,” katanya ditemui di Pendopo Parasamya, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga: Belanja Pegawai 30 Persen Sesuai Aturam, BKPP Sleman Sebut PPPK Paruh Waktu dan Tunjangan Pegawai Tetap Terancam

Heri menjelaskan, kondisi lebih banyak kendaraan masuk dibanding keluar di Simpang Tempel ini terjadi karena pemudik di daerah Magelang dan sekitarnya ingin berwisata ke arah Jogjakarta.

Meski demikian, saat dilakukan pengecekan hingga Beran, Denggung, maupun Jombor, arus kendaraan masih terkendali.

"Kalau untuk yang kendaraan keluar ke arah Magelang juga sempat ada antrean, tapi itu enggak terlalu sering," ujarnya.

Baca Juga: Bakal Operasikan Gerai Beras hingga Peternakan Ikan, Pembangunan Gerai KDMP Tahap Satu di Bantul Hampir Rampung

Adapun, destinasi yang berada di Jalan Magelang, yakni Ibarbo Park dia sebut memang padat.

Lokasi parkirnya pun hingga berada luar lokasi dan seberang jalan. Namun demikian, kondisi ini tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.

Menurut Heri, ruas yang rawan kepadatan justru berada di Jalan Jogja-Solo dengan adanya tol fungsional Purwomartani-Prambanan.

Baca Juga: Dulu Diserbu Jelang Lebaran, Kini Tak Ada Lagi Orderan Sepasang Baju Lebaran: Begini Cara Penjahit Bertahan

Hanya, dengan adanya perpanjangan operasional dari pukul 18.00 menjadi pukul 22.00 cukup mengurai kepadatan jalan arteri ini.

"Sebenarnya pemudik itu tidak harus antre semua di tol Purwomartani, bisa ke timur di Prambanan agar lebih lengang. Mungkin karena baru jadi mau coba," jelasnya.

Disinggung soal prediksi puncak arus balik kedua pada Sabtu (28/3/2026) besok, Heri menilai tidak akan lebih tinggi dari arus balik pertama.

Baca Juga: Perkuat Budaya #Cari_Aman, Astra Motor Yogyakarta Ajak Wisata Edukatif Keselamatan Berkendara

Kondisi ini karena sudah sekitar 50 persen kendaraan yang sudah kembali. Ditambah pengurangan kendaraan dengan jeda hari dari Selasa hingga Sabtu, dia sebut arus kendaraan hari ini akan lebih lengang.

Sementara itu, Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at memprediksi, akan ada sekitar 14 ribu kendaraan yang meninggalkan DIY lewat Gerbang Tol Purwomartani.

Jumlah ini tidak setinggi pada puncak arus mudik pertama sebanyak 19.570 kendaraan. (del/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#simpang tempel #batas provinsi #kendaraan melintas #Terpadat #terkendali #arus balik lebaran #dishub sleman