SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) masih menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Selasa, 23 Maret 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat ratusan gempa vulkanik disertai guguran lava yang mengalir ke sektor barat daya.
Cuaca di sekitar gunung cerah hingga berawan dengan angin tenang ke arah timur. Suhu udara berkisar 16,6–27,2 °C, kelembaban 58–99%, dan tekanan udara 871,2–916,7 mmHg. Secara visual, gunung tampak jelas dengan kabut ringan hingga sedang (0-II hingga 0-III). Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tebal hingga tinggi, mencapai 25 meter di atas puncak kawah.
Data kegempaan menunjukkan aktivitas tinggi:
- Guguran: 186 kali (amplitudo 2–57 mm, durasi 32,21–189,57 detik)
- Hybrid/Fase Banyak: 75 kali (amplitudo 2–38 mm, durasi 7,18–66,72 detik)
- Vulkanik Dangkal: 4 kali (amplitudo 7–53 mm, durasi 14,52–48,95 detik)
- Tektonik Jauh: 3 kali (amplitudo 3 mm, durasi 49,46–157,58 detik)
Teramati 25 kali guguran lava pijar mengalir ke arah barat daya, tepatnya ke Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng, dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Status aktivitas Gunung Merapi tetap pada Level III (Siaga). Suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam zona bahaya.
Rekomendasi BPPTKG:
1. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km. Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km. Lontaran material vulkanik saat letusan eksplosif bisa menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya.
3. Waspadai bahaya lahar hujan dan APG, terutama saat hujan deras di sekitar Merapi.
4. Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika erupsi terjadi.
5. Jika aktivitas berubah signifikan, tingkat Siaga akan segera ditinjau ulang.
Laporan ini disusun oleh Suratno dan Yulianto dari BPPTKG, bersumber dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencanaan Geologi (PVMBG). Pantau update resmi di https://magma.esdm.go.id atau media sosial PVMBG.
Masyarakat diimbau tetap tenang, ikuti arahan BPPTKG dan pemerintah daerah setempat. Hindari panik dan sebarkan informasi akurat dari sumber terpercaya. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin