SLEMAN – Eks Ketua DPRD Sleman periode 2009–2014, Koeswanto, meninggal dunia Kamis (19/3/2026) pukul 10.00 di RSA UGM.
Jenazahnya dimakamkan pada hari yang sama di Makam Bantulan, Godean pukul 16.00.
Pantauan Radar Jogja di sepanjang rumah duka menuju pemakaman berjejer puluhan papan bunga duka cita.
Jenazah Sekretaris Komisi C DPRD DIY itu sendiri dibawa oleh satgas PDI Perjuangan berseragam loreng mewah dengan berjalan kaki.
Ketua DPRD Sleman, Y Gustan Ganda mengenang sosok Koeswanto adalah seorang politisi tradisional yang jauh dari pencitraan.
Sikap tersebut membuatnya terus aktif menjalin kedekatan dengan masyarakat.
Kemudian dengan pakaian sederhana ikut menurunkan semen yang dibawa.
"Ini ciri Pak Koeswanto. Makanya sampai puncaknya beliau ini mampu menjaga elektoral pilihan rakyat dengan baik," ujarnya.
Ganda menyebut, sosok Koeswanto juga merupakan politisi PDI Perjuangan yang mampu membangun karier dari bawah.
Mulai dari tingkat kapanewon lalu naik hingga cabang.
Saat di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman pernah menjabat sebagai bendahara dan puncaknya menjabat sebagai ketua dua periode.
"Bahwa dekat dengan rakyat itu ya memang harus dekat tanpa sekat. Jadi itu nilai-nilai yang kita dapat dari Pak Koeswanto," jelasnya.
Disinggung soal riwayat serangan jantung, Ganda menjelaskan bahwa pada 2014 almarhum sempat dirawat di rumah sakit dan disarankan menjalani pemasangan ring jantung.
Namun, Koeswanto merasa kondisinya masih sehat dan memilih pulang.
Untuk meyakinkan, ia bahkan berlari lima putaran di sekitar rumah tanpa mengalami keluhan.
Sejak saat itu, kondisi jantungnya dinilai tidak menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, meski seiring bertambahnya usia dan padatnya aktivitas, kebiasaan berolahraga kerap terabaikan.
"Ini karena beliau keasyikan bersama masyarakat. Tentu ini jadi perhatian bahwa semua yang ditugaskan harus menjaga kebugaran," terangnya,.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang turut hadir di rumah duka menjelaskan, Koeswanto adalah sosok yang sangat militan pada PDI Perjuangan.
Termasuk dalam pemenangan konstestasi Pilkadanya bersama Harda Kiswaya maupun sebelumnya bersama Kustini Sri Purnomo.
Meski saat ini tidak lagi menjabat sebagai pengurus, Koeswanto selalu bilang jika partai menginginkan dirinya atau bantuannya dia selalu siap.
"Terakhir bertemu saat pertengahan Ramadan. Kami tidak menyangka karena saat itu tidak ada keluhan sakit," tambah pria yang menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman ini.
Berdasarkan informasi yang diterima Danang, pada pagi hari almarhum masih sempat menjalankan rutinitas seperti biasa, yakni memberi pakan ayam dan burung peliharaannya.
Namun, setelah itu ia mengeluhkan tidak enak badan dan beristirahat di kamar. Tak lama kemudian, almarhum dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita