Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran Sejauh 1,6 Km ke Kali Krasak, Status Siaga Level III Tetap Berlaku

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 17 Maret 2026 | 04:10 WIB

Gunung Merapi.
Gunung Merapi.

SLEMAN - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Pada periode pengamatan Senin, 16 Maret 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat 2 kali awan panas guguran (APG) meluncur ke arah barat daya, tepatnya ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.

Menurut laporan resmi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi mencapai 500 meter di atas puncak kawah. Gunung tampak jelas hingga kabut level 0-III.

Selain APG, aktivitas guguran lava juga mendominasi dengan total 176 kali guguran, amplitudo 2-41 mm, dan durasi 29,6-182,25 detik. Dari jumlah tersebut, 42 kali guguran lava teramati mengarah ke Kali Bebeng, Kali Krasak, serta Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Kegempaan juga mencatat 82 kali hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-36 mm, durasi 7,65-59,72 detik. Cuaca di sekitar gunung cerah hingga mendung, angin tenang ke arah barat, utara, dan timur, suhu udara 17,2-27°C, kelembaban 68-100%, serta curah hujan 4 mm/hari.

Status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga). Suplai magma masih berlangsung, sehingga berpotensi memicu awan panas guguran lebih lanjut di dalam zona potensi bahaya.

Rekomendasi BPPTKG kepada masyarakat:

- Hindari segala aktivitas di sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km; sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km.

- Waspadai bahaya lontaran material vulkanik hingga radius 3 km dari puncak jika terjadi letusan eksplosif.

- Tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya.

- Waspada bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan deras di sekitar Merapi.

- Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, status akan segera dievaluasi kembali.

Laporan ini disusun oleh Yulianto berdasarkan data Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #Merapi Hari Ini #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi