Pembukaan jalur tol paket 1.2 sepanjang 12,225 kilometer ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan pemudik selama lebaran 2026.
Nantinya hanya kendaraan golongan I non-bus yang bisa lewat dengan waktu operasional pukul 06.00 hingga 18.00.
Manajer Pengendalian Tol Paket 1.2 Bachtiar Yusuf mengatakan, tol sementara tidak dibuka pada malam hari karena penerangan masih belum optimal.
Nantinya ruas tol Purwomartani-Prambanan ini hanya dibuka satu jalur. Keluar dari arah Yogyakarta menuju Klaten, Solo, Jakarta, hingga Surabaya.
"Kalau masuk DIY lewat tol Prambanan. Tapi tidak bisa diteruskan di Tol Purwomartani ini. Keputusan terakhir seperti itu," katanya di tengah-tengah peninjauan kesiapan tol fungsional, Rabu (11/3).
Bachtiar menegaskan, untuk jalur fungsional ini tidak dikenakan biaya. Namun, ketika keluar lewat gerbang tol (GT) yang lain maka berlaku tarif normal.
Tarif akan dihitung dari GT Prambanan sampai tol keluar tujuan masing-masing, seperti GT Klaten dan GT Banyudono.
Persiapan Tol Purwomartani-Prambanan sendiri dia sebut sudah mencapai 95 persen. Saat ini tinggal proses perapian saja karena jalur main road sudah selesai.
Baca Juga: Persaingan di Zona Degradasi Kian Memanas, Persijap Incar Tiga Poin Melawan PSIM Jogja di SSA
Ada titik-titik cor sudah permanen dan rigid. Namun, ada juga yang masih menggunakan lapisan perkerasan sementara.
Dari sisi pengamanan jalan, dia sebut telah disediakan guardrail sepanjang 10 hingga 11 kilometer. Sementara sisanya menggunakan tolo-tolo.
Di beberapa titik juga akan di pasang water barrier. Berbagai rambu-rambu sementara di jalur fungsional juga sudah disiapkan.
Di antaranya, batas kecepatan, dilarang mendahului, dan dilarang mendahului.
"Sampai hari ini memang masih ada pekerja. Tapi saat fungsional kami pastikan area steril," tambahnya.
Sementara itu, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY AKBP Widya Mustikaningrum menjelaskan, akan dilakukan pemantauan jumlah kendaraan yang masuk lewat GT Purwomartani ini.
Apabila nantinya kepadatan mencapai 1.500 sampai 2.000 kendaraan per jam maka akan dilakukan penutupan sementara.
Jadi, bagi kendaraan yang ingin ke arah Klaten dan seterusnya akan diarahkan lurus terus di Jalan Raya Jogja Solo. Lalu bisa masuk ke GT Prambanan.
"Walau sebenarnya dari hitungan kami, dari jumlah tersebut ekor kendaraan belum sampai ke arteri Jalan Jogja Solo," katanya.
Tol fungsional ini juga mungkin ditutup lebih cepat dari jam operasional jika terjadi cuaca ekstrem.
Hal ini mempertimbangkan keselamatan dari para pengendara mengingat belum semua jalur dipasangi guardrail.
Ketika ada perubahan semacam ini dia sebut akan diinformasikan lewat media sosial satlantas Polda maupun Polres. Termasuk nantinya langsung pada pengendara di lokasi.
Widya juga menegaskan nantinya di arah pintu masuk GT Purwomartani ini akan didirikan satu pos pantau.
Petugas akan memonitor arus ke arah pintu tol maupun kendaraan di Jalan Jogja Solo. Selain itu, telah disiapkan kendaraan derek di beberapa titik.
Baca Juga: Supersemar dan Awal Peralihan Kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto
Hal tersebut sebagai langkah antisipasi jika nantinya ditemui kendaraan bermasalah saat melalui Tol Purwomartani-Prambanan ini.
"Besok yang dipakai hanya jalur A. Jalur B itu sebenarnya juga sudah siap jadi bisa digunakan untuk evakuasi darurat," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, dia juga berpesan bagi para pemudik untuk memastikan saldo e-moneynya cukup.
Saat memasuki GT Purwomartani memang gratis, tetapi pengendara tidak bisa langsung keluar di GT Prambanan karena akan dilakukan penutupan. Jalur keluar pertama yang bisa dilewati adalah GT Klaten.
"Ketika masuk pastikan saldonya cukup karena saat masuk ke tol yang sudah operasional itu harus bayar," imbuhnya.
Puncak kepadatan tol fungsional sendiri dia perkiraan justru terjadi usai lebaran. Dengan berbagai persiapan ini dia sebut kecil kemungkinan terjadi kemacetan lewat pintu masuk GT Purwomartani.
Hal yang harus diantisipasi adalah ketika jalur ini sudah operasional dan bisa dilalui untuk masuk ke wilayah DIY.
Hal ini karena kendaraan langsung disambut oleh Jalan arteri Jogja-Solo.
"Saat ini belum siap, tapi ketika sudah jadi akan dilakukan pelebaran di kanan kiri termasuk dibuat dua u-turn," katanya.
Karoops Polda DIY Kombes Pol Rendra Radita Dewayana yang turut hadir dalam peninjauan menegaskan, Tol Purwomartani-Prambanan ini masih fungsional.
Artinya memang belum selesai keseluruhan, tetapi telah diupayakan secara optimal. Dengan didirikannya pos pantau di jalur masuk GT Purwomartani juga berfungsi untuk mengurai kendaraan apabila terjadi kemacetan.
"Jadi sudah tidak ada lagi istilah kemacetan, tetapi pelambatan arus," ucapnya.
Dia juga mengingatkan batas kecepatan kendaraan yang melalui ruas tol ini adalah 40 km/jam.
Baca Juga: PSG Luncurkan Jersey 'Night Edition' untuk Pertandingan Melawan Chelsea di Liga Champions
Meski begitu, ketika nantinya ditemui kepadatan, dia meminta agar pengendara bisa mengurangi kecepatannya. Hal terpenting adalah keselamatan dan sampai di tujuan. (del)
Editor : Bahana.