Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Masih Siaga Level III: 139 Kali Guguran Lava dan 19 Kali Luncur ke Kali Bebeng-Krasak, Warga Sleman-Magelang Diimbau Waspada Awan Panas

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 11 Maret 2026 | 01:47 WIB

Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

SLEMAN – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi tetap tinggi pada Selasa (10/3/2026). BPPTKG mencatat 139 kali guguran dan 74 gempa hybrid dalam 24 jam terakhir, disertai 19 kali guguran lava pijar meluncur hingga 2 km ke sektor barat daya.

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) serta Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) masih berstatus Level III (Siaga) per 10 Maret 2026. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 00.00–24.00 WIB, aktivitas kegempaan mendominasi dengan catatan signifikan.

Dalam 24 jam tersebut, tercatat:

- 139 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–31 mm dan durasi 43,08–217,99 detik.

- 74 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–46 mm, S-P 0,2–2 detik, dan durasi 15,24–63,21 detik.

Secara visual, gunung terpantau jelas hingga tertutup kabut level 0-I hingga 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga tenang berhembus ke arah barat dan timur, dengan suhu udara 17,2–25 °C, kelembaban 75–99,5 %, serta tekanan udara 873,7–917 mmHg.

Petugas pos pengamatan mencatat 19 kali guguran lava mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke sektor selatan-barat daya. Aktivitas ini menunjukkan suplai magma masih berlangsung, berpotensi memicu awan panas guguran (APG) kapan saja.

Potensi Bahaya dan Rekomendasi BPPTKG

Status Siaga Level III dipertahankan karena potensi bahaya utama berupa:

- Guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan-barat daya: Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km.

- Sektor tenggara: Sungai Woro maksimal 3 km, Sungai Gendol 5 km.

- Lontaran material vulkanik saat letusan eksplosif: radius 3 km dari puncak.

BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

1. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya.

2. Waspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan deras di sekitar Gunung Merapi.

3. Antisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi lebih besar.

4. Jika aktivitas berubah signifikan, status akan segera dievaluasi ulang.

Peringatan untuk Masyarakat

Warga di lereng Merapi, khususnya di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Hindari sungai-sungai hulu yang berpotensi dilalui lahar saat curah hujan tinggi. Gunakan masker jika terdampak abu vulkanik untuk melindungi saluran pernapasan.

Laporan ini disusun oleh Erwin Widyon dari BPPTKG, berdasarkan data Kementerian ESDM, Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #Merapi Hari Ini #lava pijar gunung merapi #awan panas guguran gunung merapi