Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Masih Siaga Level III: 104 Kali Guguran Lava dalam 24 Jam, Warga Diimbau Waspada Awan Panas dan Lahar

Iwa Ikhwanudin • Senin, 9 Maret 2026 | 14:39 WIB

Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

SLEMAN - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi pada Senin, 8 Maret 2026.

Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 00.00 hingga 24.00 WIB, gunung api setinggi 2.968 mdpl ini mencatat 104 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-34 mm dan durasi 29,56 hingga 198,96 detik.

Selain itu, tercatat 70 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-46 mm, S-P 0,2-0,9 detik, serta durasi 7,07-51,48 detik.

Enam gempa tektonik jauh juga terekam dengan amplitudo 4-11 mm dan durasi 69,36-142,29 detik.

Secara visual, gunung teramati dalam kondisi kabut 0-III hingga kabut 0-II hingga jelas.

Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tebal terlihat mengepul setinggi 20 meter di atas puncak kawah.

Cuaca mendung hingga berawan mendominasi, dengan angin bertiup tenang ke arah timur dan selatan.

Suhu udara berkisar 18-25,6 °C, kelembaban 65-91,5 %, tekanan udara 871,3-917,2 mmHg, serta curah hujan 4 mm per hari.

Yang paling mengkhawatirkan, teramati 22 kali guguran lava mengarah ke Kali Bebeng, Kali Krasak, serta Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

Aktivitas ini mengindikasikan suplai magma masih berlangsung aktif di bawah kubah lava, berpotensi memicu awan panas guguran (APG) kapan saja.

Status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga).

Potensi bahaya utama meliputi guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan-barat daya, mencakup Sungai Boyong hingga maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng hingga maksimal 7 km.

Baca Juga: Hari Ketujuh Operasi SAR Lahar Merapi di Magelang, Dua Korban Belum Ditemukan

Di sektor tenggara, Sungai Woro berpotensi terdampak hingga 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km.

Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

BPPTKG mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam daerah potensi bahaya.

Warga di sekitar lereng Merapi, khususnya di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, diminta mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran, terutama saat hujan deras mengguyur puncak.

Antisipasi gangguan abu vulkanik juga perlu dilakukan, termasuk penggunaan masker jika hujan abu terjadi.

Jika terdeteksi perubahan aktivitas signifikan, tingkat Siaga akan segera dievaluasi ulang.

Masyarakat dihimbau mengikuti informasi resmi dari BPPTKG, PVMBG, serta pemerintah daerah setempat agar tetap aman di tengah dinamika Merapi yang masih tinggi ini. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #Gunung Merapi #awan panas guguran #Merapi Hari Ini