Kabar Baik! Sidak Takjil BBPOM di Pasar Sleman Nyatakan Seluruh Jajanan Bebas Bahan Berbahaya
Guntur Aga Tirtana• Selasa, 3 Maret 2026 | 22:30 WIB
Meski Diguyur Hujan Deras, Petugas Gabungan Tetap Sidak Keamanan Takjil di Pasar Sleman
SLEMAN – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai BPOM) Jogjakarta kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) jajanan berbuka puasa (takjil), di Pasar Sleman, kemarin (3/3).
Bersama Dinas Kesehatan Sleman dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, pengawasan dilakukan untuk memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Hasilnya, seluruh sampel makanan dan minuman yang diuji dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.
Petugas mengambil sampel berbagai jenis takjil seperti risol, pempek, dawet, dan lainnya untuk diuji menggunakan empat indikator bahan berbahaya, yakni methanil yellow, rhodamin B, boraks, dan formalin.
“Kami mengambil sampel dari berbagai makanan takjil yang beredar. Semua kami uji dengan empat indikator bahan berbahaya dan hasilnya negatif,” ujar Kepala BBPOM Jogjakarta Ani Fatimah Isfarjanti kepada wartawan.
Ani menuturkan, hasil tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha dalam menjaga keamanan pangan. Bahkan, dari hasil pengecekan langsung, para pedagang telah menggunakan produk pelengkap seperti saus dan mayones yang memiliki izin edar resmi.
“Ini menunjukkan kesadaran pelaku usaha sudah semakin baik. Mereka tidak menggunakan bahan berbahaya dan sudah memilih produk yang berizin edar,” katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang kimbab, Nur Kholik, mengaku selalu menjaga kualitas dan kesegaran bahan selama berjualan di Pasar Sleman setiap Ramadan. Ia memastikan seluruh produk yang dijual aman dikonsumsi.
“Alhamdulillah tidak ada yang menggunakan zat berbahaya. Makanan yang saya jual juga tidak tahan lama, hanya untuk satu hari, jadi bahannya harus selalu segar,” ujarnya.
Petugas BBPOM Jogjakarta, Maryanti, menambahkan, uji sampel dilakukan terhadap sekitar 12 pedagang takjil. Meski hujan deras mengguyur kawasan pasar sejak pukul 15.30 WIB, proses pengujian tetap berjalan.
“Kami melakukan rapid test kurang dari lima menit dan hasilnya bisa langsung diketahui,” jelasnya. (aga)