Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terinspirasi Tradisi Camino de Santiago di Spanyol, Umat Katolik Turut Lakukan Ziarah Jalan Kaki Bertajuk El Camino di DIY

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 1 Maret 2026 | 21:28 WIB
 
Para peziarah saat mengikuti kegiatan El Camino, Ziarah Iman Bersama Membangun Pengharapan
Para peziarah saat mengikuti kegiatan El Camino, Ziarah Iman Bersama Membangun Pengharapan
 
 
SLEMAN - Semangat spiritualitas menyelimuti kawasan perbukitan Menoreh Sabtu (28/2). Puluhan umat Katolik berkumpul untuk mengikuti kegiatan ziarah jalan kaki yang bertajuk El Camino, Ziarah Iman Bersama Membangun Pengharapan.
 
​Perjalanan suci ini mengambil rute simbolis yang menghubungkan dua titik spiritual penting di wilayah DIY, yakni dimulai dari Taman Doa Maria Oblat di Blotan, Sleman dan berakhir di Gua Maria Sendangsono.
 
Baca Juga: Peringati Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Bupati Bantul Tekankan Integritas ASN
 
Salah satu koordinator acara Romo Eko Saktio menjelaskan, kegiatan ini memiliki tema Membangun Pengharapan. Tema itu terinspirasi dari tradisi Camino de Santiago di Spanyol, di mana para peserta diajak untuk tidak hanya sekadar berjalan secara fisik, tetapi juga melakukan refleksi batin sepanjang rute yang ditempuh.
 
​"El Camino bukan sekadar olahraga atau jalan sehat. Ini adalah bentuk doa yang bergerak. Kita meninggalkan kenyamanan sejenak untuk mencari kedekatan dengan Sang Pencipta melalui alam dan sesama peziarah," katanya. 
 
Baca Juga: Link Live Streaming Pegadaian Championship Persela Lamongan vs PSS Sleman Minggu 1 Maret 2026
 
Romo Eko menjelaskan, kegiatan ini dimulai sejak pagi hari dari Taman Doa Maria Oblat, para peziarah melintasi jalur yang menawarkan pemandangan asri sekaligus menantang. Penggunaan tas punggung dan tongkat jalan oleh para peserta menambah kesan autentik dari ziarah panjang ini.
 
​Langkah kaki dimulai dari Taman Doa Maria Oblat, tempat peserta mengawali langkah dengan doa bersama. Peserta melintasi jalur perbukitan yang melambangkan lika-liku kehidupan iman. Hingga titik finish di Gua Maria Sendangsono, di tempat ini peserta disambut dengan suasana tenang untuk melakukan devosi dan misa penutup.
 
Baca Juga: Polres Gunungkidul Amankan Alat Galian hingga Periksa 3 Saksi Terkait Pengeboran Ilegal di Bahu Jalan Wonosari 
 
​Selain aspek personal, kegiatan ini juga bertujuan mempererat persaudaraan antarumat. Sepanjang perjalanan, terlihat para peziarah saling membantu dan berbagi sapa, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental di bawah naungan cahaya matahari yang hangat.
 
"Kami sangat senang bisa menyelesaikan peziarahan perdana meskipun banyak tantangan," tegasnya. 
 
Sementara salah satu peziarah Hartoyo mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Menurutnya berjalan bersama seperti ini membuat beban terasa lebih ringan. 
 
Baca Juga: Golek Ganjaran Entuk Bayaran, Cara Baznas Kota Jogja Berdayakan Pekerja Rentan Lewat Pesantren Dhuafa
 
"Kami saling menguatkan, sesuai dengan tema kita hari ini yaitu membangun pengharapan bersama-sama," jelasnya. 
Tak hanya itu, Hartoyo juga berharap kegiatan seperti ini bisa terulang kembali di tahun-tahun berikutnya. Sebab baginya kegiatan ini memiliki pengalaman yang luar biasa bagi para peziarah. "Sungguh luar biasa bagi kami," tandasnya. (ayu)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#ziarah #Perbukitan Menoreh #katolik #spanyol #El Camino #Camino de Santiago #Spiritualitas