Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kembali Hirup Udara Bebas dari Lapas Cebongan Sleman, Perdana Arie Sebut selama Ditahan Banyak Baca Buku, Mengaku Tidak Kapok Ikut Demo

Delima Purnamasari • Selasa, 24 Februari 2026 | 21:16 WIB

 

LEGA: Perdana Arie Putra Veriasa didampingi Penasihat Hukumnya Muhammad Rakha Ramadhan saat keluar dari Lapas Cebongan, Sleman, Selasa (24/2) pukul 09.04.
LEGA: Perdana Arie Putra Veriasa didampingi Penasihat Hukumnya Muhammad Rakha Ramadhan saat keluar dari Lapas Cebongan, Sleman, Selasa (24/2) pukul 09.04.

SLEMAN - Terpidana pembakaran tenda Polda DIJ saat aksi demonstrasi 29 Agustus 2025, Perdana Arie Putra Veriasa bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sleman, Selasa (24/2) pukul 09.04. Keluarnya mahasiswa UNY ini turut disambut tim penasihat hukum, teman-teman, maupun koalisi masyarakat sipil.


"Lega, bersyukur sudah bebas. Apalagi saya juga rindu keluarga dan teman-teman," katanya saat ditemui di Lapas Cebongan. Arie mengaku kesan selama ditahan terasa campur aduk.


Selama 5 bulan 3 hari dia fokus mengikuti kegiatan dari lapas, seperti olahraga dan beribadah. Lalu mengobrol dan berbagi ilmu dengan tahanan lain. Sekaligus menyempatkan diri membaca buku di perpustakaan lapas.


"Buku yang saya selesaikan itu ada Sejarah Pangeran Diponegoro, Negara dan Hegemoni karya Antonio Gramsci. Lalu, ada novel-novel," tambahnya.


Kebebasannya diakui tak lepas dari gelombang solidaritas banyak pihak. Untuk itu dia turut mengucapkan terima kasih. Mahasiswa jurusan ilmu sejarah ini mengaku sampai tak tahu lagi bagaimana bisa membalas kebaikan yang diterima.


Pada kesempatan ini dia turut menyampaikan semangat sekaligus doa bagi para tahanan politik di daerah lain. Harapannya mereka bisa segera bebas. "Pesan saya tetap kuat dan jangan takut," ucapnya.


Soal beda satu hari antara penghitungan majelis hakim dengan pihak lapas, Arie mengaku tidak masalah dan ikut prosedur saja. Kembali bermalamnya dia di lapas justru jadi kesempatan untuk bisa bermamitan dengan tahanan lain.


Saat ini fokusnya adalah ingin beristirahat dahulu. Lalu bertemu dengan keluarga dan teman-teman. Dia juga ingin memastikan bagaimana studinya di UNY yang tertunda satu semester karena mesti cuti. "Pertama ditahan itu semester lima, sekarang enam. Nanti diskusi dulu dengan keluarga bagaimana," katanya.


Segala proses hukum maupun penahanan ini dia sebut tidak membuatnya kapok ikut serta dalam aksi demonstrasi. Upaya menyuarakan ketidakadilan baginya harus tetap berlanjut. "Nggak kapok demo. Kabarnya akan ada demo nanti sore di Polda. Bisa jadi saya ikut," tambahnya.


Sementara itu, Penasihat Hukumnya Muhammad Rakha Ramadhan turut mengucapkan selamat pada kliennya karena sudah bisa menghirup udara bebas. Dia tegaskan tindakan Arie tidak didasarkan pada niat jahat, tetapi ekspresi kekecewaan masyarakat sipil.


Sebuah protes dengan motif politik kemanusiaan atas kematian Affan Kurniawan yang meninggal dilindas kendaraan rantis milik Brimob. "Ini bukan kebebasan untuk Arie saja, tapi jadi preseden bagi tahanan politik yang masih berjuang di berbagai pengadilan di Indonesia," tandasnya. (del/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Demo #UNY #Polda DIJ #Arie Putra Veriasa #Lapas Cebongan