SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.968 mdpl) pada periode pengamatan 21 Februari 2026 pukul 00.00–24.00 WIB masih tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan level aktivitas tetap di Siaga (Level III) dengan dominasi guguran lava ke sektor barat daya.
Kondisi Meteorologi
Cuaca di sekitar Merapi terpantau berawan hingga hujan dengan suhu udara 18,9–26,9 °C, kelembaban 68,5–99 persen, dan tekanan udara 870,9–914,8 mmHg. Angin bertiup lemah ke arah timur.
Visual Gunung
Gunung terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, setinggi 20–25 meter di atas puncak.
Data Kegempaan
- Guguran: 73 kali (amplitudo 2–19 mm, durasi 26–149 detik)
- Hybrid/Fase Banyak: 80 kali (amplitudo 2–36 mm, durasi 13–58 detik)
- Tektonik Jauh: 3 kali (amplitudo 3–26 mm, durasi 25–80 detik)
Selain itu, teramati 16 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Potensi Bahaya
BPPTKG menegaskan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi:
Baca Juga: Bulan Ramadan Momentum Perbaiki Pola Hidup, tapi Pakar Gizi Ingatkan Risiko Surplus Kalori
- Sungai Boyong (maksimal 5 km)
- Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km)
- Sungai Woro (maksimal 3 km)
- Sungai Gendol (maksimal 5 km)
Material vulkanik dari letusan eksplosif juga berpotensi menjangkau radius 3 km dari puncak.
Rekomendasi BPPTKG
1. Masyarakat dilarang beraktivitas di daerah potensi bahaya.
2. Waspada awan panas guguran (APG) dan lahar hujan.
3. Antisipasi gangguan abu vulkanik.
4. Tingkat aktivitas akan ditinjau kembali bila terjadi perubahan signifikan.
Sumber Resmi
Laporan ini disusun oleh Ngadiyo dan Tri Mujiyanta berdasarkan data KESDM, Badan Geologi, PVMBG, BPPTKG. Informasi lengkap dapat diakses melalui MAGMA Indonesia dan kanal resmi PVMBG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin