SLEMAN - Sekolah Lansia Kalimasada mengeluhkan berhentinya bantuan sosial untuk operasional kegiatan.
Para lansia maupun pengurus mesti bahu-membahu secara mandiri untuk bisa menjalankan program yang ada.
Keluhan ini disampaikan dalam kegiatan kunjungan dalam daerah Komisi D DPRD DIY di Pendopo Kalimasada, Donoharjo, Ngaglik, Sleman pada Rabu (11/2/2026).
Begitu juga bantuan Rp 600 ribu tiap bulan sebanyak delapan kali setahun. Lantaran saat ini tidak ada bantuan, meraka mesti mandiri, bahkan berupaya mencari sponsor.
"Negara tidak mampu merawat dan melakukan caregiver lansia. Justru diserahkan masing-masing keluarga," keluhnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD DIY Sri Muslimatun menjelaskan, kesejahteraan dan kesehatan lansia jelas merupakan program prioritas.
Nantinya, segala keluhan yang disampaikan dari masyarakat ini akan disampaikan pada rekanan.
"Kalau anggaran MBG dialihkan itu yang menyuarakan sudah banyak, tentu kami sampaikan juga ke pihak terkait," katanya. (del)