Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Kembali Berunjuk Gigi: Hujan Lebat Picu Waspada Lahar, Awan Panas Guguran Luncur 1,5 Km! Status Siaga Level III Masih Berlaku

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 11 Februari 2026 | 17:36 WIB
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi kembali mengalami peningkatan signifikan sore ini. Badan Geologi Kementerian ESDM melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan hujan deras mengguyur lereng Merapi sejak sore hari, disusul kejadian awan panas guguran (APG) atau wedhus gembel yang meluncur hingga 1.500 meter.

Berdasarkan laporan resmi pukul 16:20 WIB, hujan tercatat di beberapa sektor lereng Merapi:

- Puncak Gunung Merapi mulai pukul 16:07 WIB dengan curah hujan 5 mm dalam durasi 12 menit (intensitas 27 mm/jam).

- Lereng Barat mulai pukul 16:09 WIB, curah hujan 2 mm dalam 10 menit (intensitas 13 mm/jam).

- Lereng selatan paling deras, mulai pukul 16:02 WIB dengan curah hujan 12 mm dalam 12 menit (intensitas mencapai 59 mm/jam – kategori hujan lebat).

Hujan masih berlangsung hingga laporan terakhir, meningkatkan potensi bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Merapi, seperti Kali Boyong, Krasak, Bebeng, dan lainnya. Masyarakat diminta ekstra waspada terhadap aliran lahar saat hujan deras.

Puncak ketegangan terjadi pukul 17:05 WIB, ketika awan panas guguran tercatat meluncur ke arah barat daya (hulu Kali Boyong) dengan estimasi jarak luncur 1.500 meter. Kejadian ini terekam amplitudo maksimum 40 mm dengan durasi 140,5 detik.

Status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III (SIAGA) sejak 5 November 2020 hingga saat ini. Suplai magma ke permukaan masih berlangsung, sehingga potensi guguran lava maupun awan panas guguran tetap tinggi, khususnya di sektor selatan-barat daya dalam radius rekomendasi.

Imbauan Penting kepada Masyarakat:

- Hindari segala aktivitas di daerah potensi bahaya, termasuk radius 3-7 km dari puncak (tergantung sektor sungai).

- Waspadai bahaya lahar hujan dan awan panas guguran saat hujan turun atau setelah hujan lebat.

- Selalu patuhi rekomendasi BPPTKG dan pemerintah setempat.

Fenomena ini mengingatkan kita bahwa Merapi tetap menjadi gunung api aktif paling berbahaya di Indonesia. Meski belum ada laporan korban atau dampak signifikan hari ini, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan, terutama bagi warga di lereng Merapi, Sleman, Boyolali, Magelang, dan Klaten. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Wedus Gembel #Merapi sore ini #level III #awan panas guguran #Merapi Hari Ini #status siaga #lava pijar