Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Kembali Catat 1 Kali Awan Panas Guguran dan 121 Kali Guguran Lava pada 9 Februari 2026, Status Tetap Level III Siaga

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 10 Februari 2026 | 13:28 WIB
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.

SLEMAN - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi.

Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk periode pengamatan Senin, 9 Februari 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, gunung api setinggi 2.968 mdpl ini mencatat satu kali awan panas guguran serta ratusan kejadian guguran lava dan gempa vulkanik lainnya.

Cuaca di sekitar puncak mendung disertai hujan, dengan angin bertiup tenang ke arah timur dan barat.

Suhu udara berkisar antara 18,2 hingga 25,6 derajat Celsius, kelembaban udara mencapai 76,7 hingga 99 persen, serta tekanan udara antara 871,3 hingga 918,3 mmHg. Secara visual, gunung tertutup kabut tebal level 0 hingga III sehingga asap kawah tidak teramati sama sekali.

Dari data kegempaan yang terekam, tercatat satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 47 mm dan durasi 118,15 detik.

Selain itu terjadi 121 kali guguran dengan amplitudo 2 hingga 26 mm serta durasi 25,2 hingga 225,23 detik.

Ada pula 70 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 39 mm, jarak S-P 0,2 hingga 0,9 detik, dan durasi 7,72 hingga 57,81 detik.

Tiga kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 7 hingga 29 mm serta durasi 14,65 hingga 19,65 detik juga terekam, ditambah satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 55 mm dan durasi 86,19 detik.

BPPTKG melaporkan bahwa satu kali awan panas guguran teramati mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.000 meter.

Selain itu, terjadi 11 kali guguran lava ke arah barat daya yang mengalir ke Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

Status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga.

Suplai magma ke permukaan masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran lebih lanjut di dalam kawasan rawan bencana.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran terutama di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong hingga maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 km.

Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro hingga maksimal 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut. Waspadai bahaya lahar hujan dan awan panas guguran terutama saat hujan deras di sekitar Gunung Merapi.

Antisipasi juga gangguan akibat abu vulkanik yang mungkin tersebar jika erupsi berlangsung lebih intens.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera dievaluasi ulang oleh pihak berwenang. 

Laporan ini disusun oleh Ngadiyo dan Tri Mujiyanta dari BPPTKG berdasarkan data Kementerian ESDM, Badan Geologi, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada serta mengikuti informasi resmi dari sumber terpercaya. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #Sleman #Gunung Merapi #awan panas guguran #Merapi Hari Ini #lava pijar