Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Program Gentengisasi, Pemkab Sleman Tetap Fokus Perbaiki RTLH, BPS Sebut 91,86 Persen Rumah Sudah Beratap Genting

Delima Purnamasari • Senin, 9 Februari 2026 | 21:45 WIB
Plt Kepala DPUPKP Sleman Sukarmin
Plt Kepala DPUPKP Sleman Sukarmin

SLEMAN - Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan program baru yang disebut gentengisasi. Program ini bertujuan mengganti atap seng dengan genting berbahan tanah liat di seluruh wilayah Indonesia. Gentengisasi itu menjadi salah satu pilar dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Sukarmin menjelaskan, mayoritas rumah di Bumi Sembada sudah beratap genting. Atap jenis ini dipilih karena dianggap membuat rumah menjadi lebih dingin. Daripada seng, sebagian juga lebih memilih atap galvalum atau baja ringan. "Atap seng tetap masih ada. Rumah saya juga seng," lontarnya ditemui di ruangannya Senin (9/2).

Baca Juga: Prediksi Napoli vs Como Coppa Italia Rabu 11 Februari Kick Off 03.00 WIB, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Dia menilai, niat program gentengisasi baik. Hanya saja, rumah yang beratap seng tidak bisa serta-merta diganti dengan genting. Harus ada penambahan biaya untuk membuat rangka baru. Masyarakat jelas akan keberatan jika tidak ada subsidi yang diberikan.

DPUPKP sendiri memang memberikan bantuan perbaikan rumah. Hanya saja ditujukan pada rumah tidak layak huni (RTLH). Indikatornya tidak serta-merta jenis atap. Lebih pada kondisi kerusakan rumah secara menyeluruh. Ada rusak ringan, sedang, maupun berat. Apabila nanti memenuhi syarat diberikan insentif Rp 10 juta hingga Rp 20 juta. Di Kabupaten Sleman sendiri ada 6.000 RTLH. Hal inilah yang jadi prioritas dari DPUPKP.

Baca Juga: Prediksi West Ham vs Manchester United Premier League Rabu 11 Februari Kick Off 03.15 WIB, Waktunya Kemenangan Beruntun Kelima Setan Merah?

"Jenis atap tidak jadi indikator RTLH. Tapi kalau ada kerusakan atap bisa diusulkan," katanya.

Di sisi lain, Sukarmin menilai apabila nanti program gentengisasi ini dilakukan secara masif, ketersediaan produsen genting tanah jadi tantangan tersendiri. Lantaran sebagian ada yang sudah gulung tikar, bahkan kesulitan mencari bahan baku.

Sementara itu, Koordinator Tim Statistik Sosial BPS Sleman Sri Tantri Sintia Indriati menjelaskan, Berdasarkan data susenas 2024, di Sleman sudah 91,86 persen yang beratap genting. Sementara 2,20 persen beton. Lalu 2,45 persen seng. Sisanya sebanyak 3,49 berupa atap lainnya. "Angkanya fluktuatif karena ini sampel. Jadi bergantung di tahun tersebut karena sampelnya tidak berulang," katanya. (del/eno) 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#presiden prabowo subianto #rtlh #DPUPKP Sleman #Gentengisasi #Rumah tidak layak huni (RTLH) #genting