YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada pada tingkat yang cukup tinggi. Berdasarkan laporan periode pengamatan Minggu, 1 Februari 2026, tercatat telah terjadi satu kali kejadian Awan Panas Guguran (APG) dengan durasi mencapai 150 detik.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga).
Catatan Kegempaan dan Visual
Dalam kurun waktu 24 jam pengamatan, terekam aktivitas kegempaan yang cukup intens dominan pada gempa guguran. Selain satu kali awan panas, tercatat terjadi 92 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-29 mm. Selain itu, muncul 61 kali gempa Hybrid/Fase Banyak yang menunjukkan adanya suplai magma dari dalam yang masih berlangsung.
Secara visual, puncak Merapi lebih banyak tertutup kabut (0-III) akibat cuaca mendung dan hujan di sekitar puncak. Tercatat volume curah hujan mencapai 18 mm per hari, yang meningkatkan risiko terjadinya bahaya lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.
Potensi Bahaya dan Sektoral
BPPTKG mengingatkan adanya potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya dan tenggara.
* Sektor Selatan-Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
* Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Merapi.
Rekomendasi bagi Masyarakat
Mengingat data pemantauan menunjukkan suplai magma masih terus berlangsung, BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi warga dan wisatawan:
* Kosongkan Zona Bahaya: Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.
* Waspada Lahar Hujan: Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di seputar puncak Merapi.
* Antisipasi Abu Vulkanik: Persiapkan perlindungan diri seperti masker untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.
Pemerintah daerah melalui BPPTKG akan terus meninjau kembali tingkat aktivitas Gunung Merapi jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan di lapangan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin