Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sampah Jadi Biang Kerok Genangan di Underpass Kentungan, Merusak Pompa Inlet Jalan

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:22 WIB
Sampah menjadi penyebah terseumbatnya aliran air di underpass Kentungan.
Sampah menjadi penyebah terseumbatnya aliran air di underpass Kentungan.

JOGJA- Fenomena genangan air di Underpass Kentungan yang berlokasi di Jalan Kaliurang, Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman menjadi permasalaha rutin yang sering terjadi ketika musim hujan.

Sumber masalah yang menyebabkan adanya genangan air di area jalan tersebut lagi-lagi berasal dari sampah.

Asisten Pelaksanaan dan Pengawasan Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY Dian Rusmanawati mengatakan permasalahan genangan air di Underpass Kentungan selalu saja berasal dari masalah sampah.

Sejak awal fungsional sekitar tahun 2019 hingga saat ini lokasi tersebut memang menjadi lengganan banjir jika curah hujan tinggi.

"Permasalahannya selalu sampah, musuh kami itu ya sampah itu," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (29/1).

Sampah yang ada di sekitar underpass akan masuk melalui gorong-gorong jalan.

Kemudian dari sana mengaalir hingga menuju ke pompa inlet yang berada di sekitar lokasi underpass.

Karena dipenuhi sampah, pompa tersebut kemudian tertupi hingga tersumbat.

Pompa inlet dalam instalasi saluran air jalan merupakan sistem pompa yang dirancang untuk mengalirkan air limpahan hujan dari lubang tangkapan di sisi jalan atau gorong-gorong menuju saluran utama, kolam retensi atau pembuangan.

Pompa itu berperan penting untuk mencegah genangan di jalan.

"Yang kemarin karena tersumbat sampah itu pompanya sampai rusak," bebernya.

Mnenurutnya secara infrastruktur Underpass Kentungan dinilai sudah baik.

Hanya saja saat hujan turun, sampah di sekitar pasti akan nyangkut karena terbawa air hujan.

"Sampah-sampah plastik banyak menyumbat pompa dan memenuhi kolam pompa, kinerja pompa menjadi lebih berat dan mudah panas," tandasnya.

Pompa tersebut menjadi tidak maksimal untuk mengalirkan air dan mudah rusak. Internal Satker PJN DIY telah mengadakan perawatan dan pembersihan secara rutin di Underpass Kentungan.

"Pembersihan rutin tiga minggu sekali untuk inlet, saluran dan atas bawah underpass," jelasnya.

Selain membersihkan sampah sekitar lokasi, mereka juga membersihkan kolam pompa setiap dua bulan sekali.

Kemudian setelah hujan juga dilakukan pembersihan secara kondisional.

Ia sangat berharapa kepada masyarakat untuk ikut membantu merawat fasilitas jalan tersebut.

Hal terkecil yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sekecil apapun sampah yang dibuang akan mengakibatkan dampak yang merugikan banyak orang.

"Infrastruktur sudah dibangun dengan baik, memang butuh support semua pihak agar bisa berfungsi secara maksimal," tandasnya.

Terpisah, Warga Condongcatur, Depok, Sleman Ardhani menyampaikan keresahannya akibat genangan air yang selalu terjadi di Underpass Kentungan saat hujan deras.

Sebagai pengguna kendaraan roda empat, ia memilih untuk memutar dan tidak melewati Underpass Kentungan apabila terdapat genangan.

"Soalnya lumayan tinggi airnya kalau deras, bisa sekitar 20 centimeter," ujarnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Tersumbat Sampah #tergenang air #underpass kentungan