SLEMAN - Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja spesifik di Kabupaten Sleman, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau kesiapsiagaan bencana sekaligus menyerahkan bantuan penanganan kebencanaan.
Bantuan yang diberikan berasal dari Kementerian Sosial RI. Berupa buffeer stock logistik senilai Rp 178 juta.
Sekaligus dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa bantuan logistik dan peralatan.
Terdiri dari seratus paket sembako, seratus makanan siap saji, seratus lembar selimut, seratus lembar matras, seribu lembar masker, lima unit chain saw, dan seratus buah sandbag atau geobag.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menyampaikan, penanggulangan kebencanaan memang jadi salah satu perhatian tersendiri.
Terlebih, usai adanya bencana di Aceh. Sementara di Bumi Sembada juga ada berbagai potensi bencana.
Misalnya, erupsi merapi, banjir lahar dingin, gempa bumi, tanah longsor, dan angin puting beliung.
"Penting untuk mitigasi dan pemetaan sejak awal. Bencana itu pasti ada," terangnya di Ruang Rapat Sembada, Kamis (22/1/2026).
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, kunjungan ini menjadi momen untuk memperkuat sinergi mitigasi bencana.
Selama ini upaya yang dilakukan tidak semata-mata pada respons, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat sebelum terjadinya bencana.
"Contohnya 86 kalurahan yang sudah ditetapkan sebagai kalurahan tanggap bencana. Ini jadi bukti penguatan kapasitas masyarakat," katanya.
Termasuk dengan mengembangkan satuan pendidikan aman bencana agar kesadaran kebencanaan tertanam sejak dini.
Sekaligus memperkuat peran komunitas relawan yang jumlahnya mencapai ribuan. Baginya ini adalah bentuk dorongan untuk memahami risiko di wilayahnya, mengetahui jalur evakuasi, serta memiliki kemampuan dasar mitigasi bencana.
Mantan Sekda Sleman ini juga menyebut saat ini tengah dikembangkan aplikasi Sistem Informasi Sleman Tanggap Bencana (SIMANTAB) yang dikelola oleh BPBD. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita