Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Update Kondisi Gunung Merapi Hari Ini: Terjadi 16 Kali Guguran Lava, Status Siaga Level III

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 21 Januari 2026 | 06:32 WIB
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

SLEMAN, YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan terbaru aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan Selasa, 20 Januari 2026. Dalam laporan tersebut, tercatat adanya intensitas kegempaan yang cukup tinggi serta aktivitas guguran lava pijar yang masih terus berlangsung.

Ringkasan Aktivitas Merapi (20 Januari 2026)

Berdasarkan data penyusun laporan, Yulianto, berikut adalah poin-poin penting aktivitas Merapi dalam 24 jam terakhir:

Status Aktivitas: Level III (Siaga).

Guguran Lava: Teramati 16 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Boyong.

Jarak Luncur Maksimum: 1.900 meter (1,9 km).

Kegempaan: Didominasi gempa Guguran (93 kali) dan Hybrid/Fase Banyak (70 kali).

Curah Hujan: Tercatat cukup tinggi, yakni 53 mm per hari di puncak.

Kondisi Visual dan Meteorologi

Secara visual, Gunung Merapi sempat terlihat jelas meskipun sering tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, membumbung setinggi 10-20 meter di atas puncak.

Kondisi cuaca di sekitar puncak Merapi (Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten) bervariasi antara cerah, berawan, hingga mendung dengan suhu udara berkisar 17.6-27.9 °C. Kelembaban udara mencapai 100% dengan volume curah hujan 53 mm/hari, yang memicu peringatan waspada lahar dingin.

Detail Kegempaan

Baca Juga: Korban Keracunan MBG di Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo Terus Bertambah, Korban dari Sekolah Berbeda

Aktivitas suplai magma di dalam perut gunung masih menunjukkan tanda-tanda aktif, terlihat dari data kegempaan berikut:

Guguran: 93 kali (Amplitudo 2-35 mm, Durasi hingga 184 detik).

Hybrid/Fase Banyak: 70 kali (Menunjukkan aktivitas pertumbuhan kubah lava atau suplai magma).

Tektonik Jauh: 3 kali.

Rekomendasi Bahaya dan Larangan Aktivitas

BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya dan Tenggara.

Zona Bahaya Sektor Selatan-Barat Daya:

Sungai Boyong: Maksimal 5 km.

Sungai Bedog, Krasak, Bebeng: Maksimal 7 km.

Zona Bahaya Sektor Tenggara:

Sungai Woro: Maksimal 3 km.

Sungai Gendol: Maksimal 5 km.

PENTING: Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apa pun di dalam zona bahaya tersebut. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: BPBD Bantul Tebang Pohon Retak yang Ancam Pengguna Jalan

Waspada Lahar dan Abu Vulkanik

Mengingat curah hujan yang mencapai 53 mm di area puncak, masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap ancaman bahaya lahar hujan dan awan panas guguran (APG). Selain itu, masyarakat diharapkan selalu menyiapkan masker untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi.

Informasi ini bersumber dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG melalui BPPTKG Yogyakarta. Masyarakat dapat memantau perkembangan terkini melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau media sosial resmi PVMBG. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi hari ini #guguran lava merapi #Bagaimana kondisi Merapi hari ini #Gunung Merapi #awan panas guguran #Wisata Yogyakarta #Merapi Hari Ini #Update Merapi Hari Ini #status siaga merapi #Info Merapi Terkini #Kondisi Merapi hari ini #lava pijar