SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman menutup tahun 2025 dengan realisasi investasi mencapai Rp 4,81 triliun. Angka ini tumbuh 110 persen year-on-year dibanding tahun sebelumnya. Jauh melampaui target awal yang ditetapkan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman Triana Wahyuningsih mengatakan, realisasi investasi tersebut menunjukkan kekuatan investor nasional maupun internasional dalam menanamkan modal di Bumi Sembada. Total realisasi itu berhasil menyerap 10.706 tenaga kerja. Dengan demikian, berdampak pada pertumbuhan ekonomi Sleman.
Baca Juga: PSS Sleman Buka Kemungkinan Pinjamkan Pemain Lagi
Struktur realisasi investasi menunjukkan dominasi penanaman modal dalam negeri yang mencapai Rp 4.276,09 miliar atau sekitar 88,9 persen. Sementara penanaman modal asing berkontribusi Rp 533,9 miliar atau 11,1 persen.
"Saat ini juga investasi pembangunan kereta gantung senilai kurang lebih Rp 200 miliar," katanya Selasa (20/1).
Meski demikian, proyek itu sempat menghadapi tantangan terkait aturan kawasan cagar budaya. Lantaran lokasinya berada di dekat situs sejarah Candi Prambanan. Jadi, izin dari Kementerian Kebudayaan harus dipastikan terpenuhi sebelum pembangunan dapat dimulai.
Baca Juga: Berpotensi Hilangkan Hak Politik Warga, DPC PDIP Kebumen Tolak Pilkada lewat DPRD
Triana menyebut, saat ini investor masih menyelesaikan proses izin tanah kas desa di gubernur. Setelah itu, mereka yang akan melakukan sosialisasi kepada warga yang terdampak pembangunan.
"Investor baru saja kembali ke Indonesia setelah pergi ke China untuk mengecek kereta gantungnya,” tambahnya.
Baca Juga: Antre Panjang, Lorotan dari Labuhan Merapi Baru Bisa Didapat setelah Setahun, Pelana Kuda Digunakan untuk 8 Tahun Sekali
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut, meski proses administratif masih berlanjut, proyek kereta gantung ini telah menerima sinyal persetujuan awal dari Kementerian Kebudayaan.
"Proyek ini berpotensi untuk jadi pengungkit ekonomi serta memperkuat jaringan investasi," katanya. (del/eno)