SLEMAN - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas tinggi pada 15 Januari 2026. BPPTKG mencatat 115 gempa guguran dan 4 kali luncuran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak hingga 1,5 km. Status Merapi tetap di Level III (Siaga), masyarakat diminta waspada potensi awan panas dan abu vulkanik.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.968 mdpl) kembali menunjukkan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), periode pengamatan 15 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WIB mencatat ratusan gempa guguran dan beberapa kali luncuran lava pijar ke arah barat daya.
Kondisi Meteorologi
- Cuaca: mendung dan hujan
- Angin: lemah, tenang ke arah timur–barat
- Suhu udara: 17,3–24,4 °C
- Kelembaban: 75,4–99 %
- Tekanan udara: 870,9–915,9 mmHg
- Curah hujan: 20 mm per hari
Visual Gunung
Gunung Merapi tertutup kabut intensitas 0-II hingga 0-III. Asap kawah tidak teramati sepanjang periode pengamatan.
Data Kegempaan
- Guguran: 115 kali, amplitudo 2–22 mm, durasi 36–214 detik
- Hybrid/Fase Banyak: 71 kali, amplitudo 2–26 mm, S-P 0,2–0,9 detik, durasi 8–57 detik
Selain itu, teramati 4 kali guguran lava pijar ke arah barat daya (Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
Tingkat Aktivitas
Gunung Merapi saat ini berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran di sektor rawan.
Rekomendasi BPPTKG
1. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya (Sungai Boyong maksimal 5 km; Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km).
2. Sektor tenggara meliputi Sungai Woro maksimal 3 km dan Sungai Gendol maksimal 5 km.
3. Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
4. Masyarakat dilarang beraktivitas di daerah potensi bahaya.
5. Waspada lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan.
6. Antisipasi gangguan abu vulkanik dari erupsi Merapi.
7. Tingkat aktivitas akan ditinjau kembali jika terjadi perubahan signifikan.
Sumber Resmi
Laporan ini disusun oleh Alzwar Nurmanaji, A.Md dan Tri Mujiyanta, berdasarkan data KESDM, Badan Geologi, PVMBG, BPPTKG. Informasi lengkap dapat diakses melalui MAGMA Indonesia dan kanal resmi PVMBG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin