Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalan Tempel-Klangon Rusak Parah, Warga Protes dengan Tanam Pohon Pisang

Delima Purnamasari • Minggu, 11 Januari 2026 | 20:17 WIB

 

BENTUK PROTES: Penanaman pohon pisang oleh warga Padukuhan Tangisan, Banyurejo, Tempel, Sleman di Jalan Tempel-Klangon yang rusak parah.
BENTUK PROTES: Penanaman pohon pisang oleh warga Padukuhan Tangisan, Banyurejo, Tempel, Sleman di Jalan Tempel-Klangon yang rusak parah.

SLEMAN - Warga Padukuhan Tangisan, Banyurejo, Tempel, Sleman mengeluhkan Jalan Tempel-Klangon yang rusak parah. Kekesalan pada ruas jalan provinsi ini diluapkan dengan menanam pohon pisang pada kubangan jalan. Sekaligus memasang sejumlah spanduk. Aksi simbolik ini dilakukan pada Sabtu (10/1) lalu.

Ada berbagi tulisan protes yang disampaikan. Mulai dari "kopi ireng okeh ampas e dalan bosok raono sing benakke", "welcome to jeglongan sewu jalanku tak semulus pipimu", hingga "jangan ada korban di antara kita".

Warga setempat Rohmadi menjelaskan, kerusakan jalan ini sudah lama terjadi. Kerap kali menyebabkan kecelakaan khususnya sepeda motor, bahkan pada siang hari. Jika sedang hujan deras, kondisi lebih membahayakan karena lubang tertutup air.

"Ini juga terdampak dari Tol Jogja-Bawen karena truk-truk juga lewat sini," beber pria 47 tahun ini saat dikonfirmasi Minggu (11/1).

Titik kerusakan jalan memang tidak jauh dengan pekerjaan konstruksi Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 1. Dia berharap, jalan bisa segera diperbaiki. Tidak perlu menunggu proyek tol selesai. Mengingat ini adalah jalan alternatif yang menghubungkan Bumi Sembada dengan Magelang maupun menuju Jalan Wates.

Sementara itu, Dukuh Tangisan Anisatul Dian Pramudita menyebut, pemasangan spanduk dan penanaman pohon pisang merupakan bentuk kepedulian warga. Agar pengguna jalan lebih waspada saat melintasi jalan tersebut. Lantaran sudah banyak terjadi insiden kecelakaan lalu lintas.

"Ini salah satu wujud kepedulian warga terhadap pengguna jalan agar lebih berhati-hati," sebut Dian.

Dian mengungkapkan, jalan ini sebenarnya sudah beberapa kali di tambal, tetapi kendaraan yang melewati jalan tersebut muatan berat. Jadi, kembali berlubang. Dia bercerita bahwa sempat ada mobil pikap dengan muatan almari yang jatuh ke jalan. Harapannya, ke depan bisa segera ada perbaikan.

"Dilewati truk gandeng juga, bahkan sempat ada yang mogok di bahu jalan sampai menginap dan mengganggu pengguna jalan," katanya.

 

Persoalan ini dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Pembangunan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY Wira Sasongko Putro. Dia menyebut solusi masalah ini tengah didiskusikan.

"Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganannnya," katanya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, sudah berkoordinasi dengan DPUPESDM DIY karena status jalan milik provinsi. Sementara akan dilakukan penanganan dahulu oleh kabupaten. Namun, jangka panjangnya perlu koordinasi dengan provinsi maupun tol.

"Karena memang perlintasan tol jadi nanti ada perbaikan setelahnya jika proyek sudah selesai," katanya.

Perbaikan sementara ini direncanakan langsung dilakukan pada Senin depan. Jika tidak berhalangan, Harda juga berencana untuk melakukan tinjauan secara langsung. (del/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#rusak #Jalan Tempel #Padukuhan Tangisan #DPUPESDM DIY #Sleman #Banyurejo #ruas jalan #klangon #DIY #Jalan Wates #Bupati Sleman Harda Kiswaya #jalan alternatif #tempel