SLEMAN - Sejumlah bangunan SMK 17 Seyegan di Margodadi, Seyegan ikut terdampak Tol Jogja-Bawen. Saat ini pembangunan gedung baru yang berada di depan bangunan lama juga sudah hampir jadi. Progres sejak dibangun setahun lalu sudah mencapai 82 persen.
Berdasarkan pantauan Radar Jogja, lokasi SMK 17 Seyegan ini cukup terpencil. Lantaran berada di bawah jalan tol yang melayang sepanjang Selokan Mataram. Di sisi lain, jalan menuju sekolah berupa tanah bergeronjal.
Kepala Sekolah SMK 17 Seyegan Ari Cahyono menjelaskan, hadirnya tol ini memang memberi dampak besar. Utamanya pada empat lab yang harus dipindah. Kondisi ini menyebabkan siswa harus menggunakan fasilitas yang ada secara bergantian sembari menunggu bangunan baru jadi.
Bangunan lain yang terdampak adalah kantin sehingga kini sekolah hanya bisa menyediakan ruang seadanya.
"Kantinnya nunut di belakang di tempat kami. Jadi bikin ruang khusus. Tapi ini kantin terbuka, kalau dulu itu tertutup," terangnya ditemui di ruangannya, Kamis (8/1).
Ari bercerita, hadirnya tol ini juga berdampak pada jumlah siswa yang mendaftar pada ajaran baru. Biasanya SMK 17 Seyegan mendapat 80 hingga 85 siswa. Namun, tahun ini turun drastis jadi 35 orang saja.
Dia menilai faktornya karena saat proses pendaftaran akses jalan hanya ada satu. Sementara lainnya masih ditutup. Orang tua yang melihat lokasi juga merasa ngeri karena sekolah berada di bawah tol.
"Jadi mereka merasa khawatir. Jangan-jangan nanti ada bus yang terbang dari atas ke sini," katanya.
Menurutnya, pihak sekolah sebenarnya sempat melobi agar direlokasi seluruhnya ke tempat baru. Hanya saja, yang bisa dibangunkan hanya gedung terdampak. Kondisi ini dinilai justru membuat kegiatan belajar-mengajar (KBM) tidak efisien ketika sekolah terbagi menjadi dua lokasi.
"Kami manut saja. Luas terdampak itu 540 meter dan luas penggantinya juga sama," katanya.
Kini dengan 136 siswa tersisa dari empat jurusan, dia hanya berharap agar bisa kembali nyaman. Kondisi jalan menuju sekolah berupa tanah bisa diperbaiki agar tidak lagi becek.
Termasuk bisa menggaet banyak siswa pada ajaran baru 2026 ini. Terlebih, bangunan baru ditargetkan sudah selesai pada Maret mendatang.
Sementara itu, Lurah Margodadi Djalmo Susilodiprojo menjelaskan, untuk lokasi bangunan yang terdampak sudah disepakati di timur sekolah. Ini merupakan tanah kas desa yang sudah mengantongi izin dari panitikismo. (del/laz)
Editor : Herpri Kartun