SLEMAN - Polresta Jogja melakukan penggerebekan markas scammer jaringan internasional pada Senin (5/1). Lokasinya berada di Jalan Gito Gati, Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman.
Berdasarkan pantauan Radar Jogja di lokasi pada Selasa (6/1), tidak ada aktivitas apa pun di ruko dua lantai ini. Seluruh pintu dan jendela dari gedung berwarna cokelat ini juga ditutup. Hanya ada gambar logo berwarna merah, bertuliskan ALTAIR TS. Serta slogannya yang berbunyi experience next - level efficiency and innovation with our BPO solution.
Baca Juga: Bangunan dan Halaman Sekolah Terdampak Bencana Hidrometeorologi, SDN Kokap Kulon Progo Laksanakan KBM di Bawah Tenda Bencana
Jika dilihat lewat akun media sosial Instagram-nya @altairts, ini merupakan perusahaan business process outsourcing (BPO). Perusahaan ini juga sempat mengunggah informasi lowongan kerja admin untuk membalas pesan dengan bahasa Inggris. Tugas pokoknya adalah menjawab pesan dari pengguna asal Inggris, Eropa, Australia, Amerika Serikat, hingga Kanada. Tugas lainnya adalah membalas pesan dari aplikasi kencan, seperti Tinder, Bumble, dan Badoo. Tawaran gajinya juga cukup tinggi dari Rp 3 juta hingga Rp 6 juta.
Salah satu warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, usaha ini buka 24 jam penuh. Pegawainya dia sebut memang banyak terlihat dari kendaraan motor yang selalu memenuhi tempat parkir.
Baca Juga: Pemakaian Kemeja Biru di Lingkungan Pemkab Kulon Progo Tak Sepenuhnya ASN Patuh
"Warga taunya usahanya itu customer service, kaya admin kantoran," sebutnya ditemui Selasa (6/1).
Dia mengaku tidak mengetahui persis kerja yang dilakukan. Hanya berdasarkan pengamatan, banyak anak muda laki-laki dan perempuan yang bekerja. Mereka menggunakan baju biasa, tidak berseragam. Penggerebekan sendiri dia sebut berlangsung sekitar pukul 15.00. Puluhan pegawai turut diangkut menggunakan dua truk. Saat kejadian memang ramai warga melihat.
Sementara itu, Ketua RW 33 Wahyu Agung Purnomo menjelaskan, saat kejadian turut didatangi polisi untuk ikut serta menjadi saksi dalam penggerebekan. Dia mengatakan, di setiap ruang hingga lantai dua memang diambil berbagai barang bukti, khususnya laptop dan telepon genggam.
"Rumahnya itu milik warga sini dan dikontrakan. Usahanya itu baru sekitar setahun lalu," katanya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Bebaskan Pajak bagi Karyawan Bergaji hingga Rp 10 Juta, Berikut Spesifikasinya!
Dia sebut usaha ini beroperasi selama tiga sif. Berdasarkan informasi yang didapat dari kepolisian, ada 50 hingga 60 pegawai yang akan dimintai keterangan. Pengintaian dari polisi sendiri disebut sudah berjalan berbulan-bulan lalu.
Menurutnya, interaksi antara pegawai dengan warga sekitar memang minim. Warga sendiri sempat mengeluhkan kendaraan pegawainya yang penuh hingga mepet dengan jalan besar dan dianggap mengganggu.
"Setiap hari itu pintunya dibuka dikit. Bentuknya memang seperti ruko," katanya. (del)