SLEMAN - Mayoritas pasien yang ditangani Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ghrasia adalah pasien dengan diagnosa skizofrenia. Penyakit ini adalah ganggunan kejiwaan kronis sehingga membuat pengidapnya bisa mengalami halusinasi, delusi, perubahan sikap, dan kekacauan berpikir.
Direktur RSJ Grasia Akhmad Akhadi menjelaskan, paling banyak adalah pasien skizofrenia tak terinci yang mencapai 448. Jumlah ini juga yang jadi mayoritas bagi pasien rawat jalan dengan jumlah 915 orang. Sementara nomor dua terbanyak adalah skizofrenia paranoid dengan 153 pasien rawat inap dan 513 pasien rawat jalan.
Ketiga didominasi jenis gangguan skizoafektif tipe manik. Jumlah pasien rawat inap sebanyak 154 orang dan rawat jalan sejumlah 252. "Skizofrenia ini memang gangguan mental yang kemudian kompleks. Ada gangguan perilaku, gangguan waham, dan gangguan rawat diri," bebernya ditemui di RSJ Grasia Senin (5/1).
Dia menyebut, kondisi ini mayoritas dialami usia dewasa. Sekitar umur 40 tahun hingga 50 tahun. Sementara asal wilayahnya memang paling banyak DIY. Namun, ada juga dari Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Menurutnya, gangguan mental penyebabnya multifaktorial. Bisa jadi karena stres atau tekanan berkelanjutan. Termasuk dipengaruhi dengan faktor genetis.
Editor : Sevtia Eka Novarita