SLEMAN - Usaha penitipan hewan turut menerima berkah libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sejak seminggu sebelumnya, sudah ramai dipesan, bahkan seluruh kapasitas penitipan sudah penuh.
Hal tersebut dijelaskan oleh salah satu pemilik usaha Max Vet and Pet Care, Ade Fitria Alfiani. Kapasitas usahanya mampu menampung 45 ekor. Mayoritas penitipan untuk hewan jenis kucing. Setiap libur panjang dia sebut pasti ada peningkatan pelanggan. Hanya saja paling signifikan saat Lebaran. Meski sama-sama penuh kapasitasnya, saat Lebaran pemesanan sudah dilakukan sebulan sebelumnya.
"Layanan penitipan perawatan dan pra-titip memang cukup ramai," sebutnya ditemui di Max Vet and Pet Care Jumat (2/1).
Menurutnya, hal ini wajar lantaran Indonesia belum bebas rabies seluruhnya. Jadi, membawa hewan ke luar daerah, apalagi beda pulau diperlukan izin yang rumit. Tidak semua orang mau mengurusnya.
Ade menjelaskan, pelanggannya berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, keluarga, hingga pekerja asal luar daerah.
Penitipan dilakukan dalam durasi beragam. Paling lama hingga satu bulan. Setiap harinya dikenai biaya Rp 50 ribu. Ini merupakan tarif khusus yang meningkat 20 persen sejak pertengahan Desember 2025 sampai awal Januari.
Nantinya, hewan piaraan akan diberikan berbagai fasilitas. Mulai dari pengecekan awal, pengecekan rutin dari dokter, makan, hingga laporan dua kali sehari untuk pemilik berupa kiriman video.
"Kalau saat awal ada gangguan atau kondisi khusus kami rekomendasiman ke rawat inap. Jadi sekalian pengobatan," ucapnya.
Layanan usaha penitipan yang berlokasi di Demangan, Maguwoharjo, Depok, Sleman ini memang sekaligus klinik. Tidak sebatas pada penitipan. Sehingga, pemilik anabul bisa menambah fasilitas lain, seperti vaksin hingga grooming.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Suryawati Purwaningtyas menjelaskan, Bumi Sembada merupakan daerah bebas rabies. Jadi, memang dilakukan pemantauan lalu lintas hewan penular rabies, seperti kucing, anjing, maupun kera. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita