YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunjukkan intensitas yang tinggi. Berdasarkan laporan terbaru periode pengamatan Jumat, 2 Januari 2026, pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat telah terjadi 3 kali awan panas guguran ke arah Barat Daya.
Detail Aktivitas Visual dan Guguran Lava
Berdasarkan data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), selain awan panas, teramati pula 6 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak).
"Jarak luncur maksimum guguran lava mencapai 1.500 meter," tulis penyusun laporan BPPTKG, Suratno dan Yulianto, dalam laporan resmi MAGMA-VAR, Jumat (2/1/2026).
Secara visual, gunung setinggi 2.968 mdpl tersebut sempat tertutup kabut (0-III), dan asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan siang ini.
Data Kegempaan Terkini
Aktivitas internal magma di dalam perut Merapi masih cukup masif. Berikut adalah rincian kegempaan yang terekam:
* Gempa Guguran: 19 kali (Amplitudo 2-25 mm, Durasi 56.93-142.87 detik).
* Gempa Hybrid/Fase Banyak: 17 kali (Amplitudo 2-19 mm, Durasi 7.79-64.87 detik).
Data kegempaan fase banyak (Hybrid) ini menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih terus berlangsung.
Status dan Radius Bahaya
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menetapkan radius bahaya sebagai berikut:
* Sektor Selatan-Barat Daya: * Sungai Boyong (Maksimal 5 km).
* Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (Maksimal 7 km).
* Sektor Tenggara:
* Sungai Woro (Maksimal 3 km).
* Sungai Gendol (Maksimal 5 km).
* Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Mengingat potensi bahaya yang masih mengancam, pihak berwenang mengeluarkan beberapa imbauan penting bagi warga di lereng Merapi:
* Hindari Zona Bahaya: Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.
* Waspada Lahar Dingin: Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar hujan dan awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di area puncak.
* Antisipasi Abu Vulkanik: Siapkan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.
BPPTKG menegaskan bahwa status aktivitas akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan secara mendadak.
Sumber Data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin