SLEMAN - Jumlah kunjungan wisatawan tahun ini di objek wisata (obwis) Tebing Breksi, Sleman mengalami penurunan cukup signifikan.
Efisiensi anggaran hingga kebijakan larangan study tour sekolah di Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu faktor penurunan tersebut.
Ketua Pengelola Tebing Breksi Piroklastik Kholiq Widiyanto mengatakan, secara keseluruhan jumlah kunjungan tahun ini merosot tajam dibanding tahun lalu.
Pada tahun ini lebih dari 281 ribu kunjungan wisatawan, di antara 280-an ribu wisatawan domestik dan sekitar 1.000 wisatawan mancanegara (wisman).
Data tersebut hampir merosot 50 persen dibanding tahun lalu yang sejumlah 448.572 kunjungan.
Di antara, sejumlah 446.811 merupakan wisatawan domestik dan 1.761 wisman.
“Jika dikomparasikan, kunjungan di Tebing Breksi turun signifikan. Turunnya 40 persen," katanya saat dikonfirmasi Kamis (1/1/2025).
Kendati begitu, berdasar data bulanan Desember 2025, cenderung terdapat peningkatan jumlah kunjungan yakni mencapai 31.626 wisatawan.
Jumlah itu terdiri dari 31.573 wisatawan domestik dan 53 wisman.
"Apalagi setelah selesai ujian sekolah,mulai tanggal 18 Desember sudah semakin banyak pengunjung," ujarnya.
Adapun, beberapa faktor yang memengaruhi penurunan tersebut di antaranya kebijakan larangan study tour dari Jabar dan efisiensi anggaran pemerintah yang otomatis meniadakan perjalanan dinas.
Perjalanan dinas dinilai cukup mendongkrak kunjungan wisatawan, khususnya wisata jip di area tersebut. "Kalau kondisi cuaca sih tidak terlalu berpengaruh," jelasnya.
Baca Juga: Produksi Sampah Selama Libur Nataru Capai 400 Ton Per Hari, Khusus Malam Tahun Baru Sumbang 30 Ton: Begini Upaya DLH Kota Jogja
Berbagai upaya akan dilakukan oleh pengelola obwis untuk mendongkrak wisatawan pada 2026 ini.
Mulai dari mengadakan banyak event seperti Sendratari Ratu Breksi hingga panggung musik dan hiburan yang berkolaborasi dengan seniman di Jogja.
"Arah promosi kami juga akan kami arahkan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah," terangnya.
Baca Juga: Siswa SMAN 2 Kebumen Pimpin Timnas Futsal U-16 Juara di Thailand
Menurutnya, lokasi yang menjadi favorit wisatawan di Tebing Breksi adalah di titik relief wayang dan patung naga.
Selain itu, pemandangan dari atas tebing yang menyorot lanskap Kota Jogja juga menjadi daya tarik tersendiri.
"Live musik tiap Sabtu dan Minggu itu juga nambah ramai," bebernya.
Baca Juga: Momen Pergantian Tahun, PSIM Paparkan Perkembangan Tim, Pemkot Jogja Siap Perkuat Kolaborasi
Salah satu wisatawan Tebing Breksi asal Bangunjiwo, Bantul Yudhi Nur Prasetyo menyampaikan, alasan berkunjung ke wisata Breksi karena ingin merasakan sensasi ngopi dengan pemandangan kota saat malam hari.
Selain itu, hawa dingin saat malam di atas bukit dinilai menambah kenikmatan saat ngopi.
"Saya lebih suka kalau weekday, jadi tidak terlalu ramai dan tenang," tambahnya.
Baca Juga: Tanpa Pesta Kembang Api, Pemkab Kebumen Pilih Borong Dagangan PKL di Kapal Mendoan
Ia juga menyampaikan beberapa kendala yang dirinya rasakan saat berkunjung ke Breksi. Pertama terkait kendala hujan yang umum terjadi di wisata outdoor.
"Jalan menuju ke sini juga sudah bagus, ada jalan baru. Tapi kalau lewat jalan lama kondisinya rusak parah," tambahnya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita