SLEMAN - Bupati Sleman Harda Kiswaya ingin bisa segera menerapkan mekanisme talent pool atau manajemen talenta. Jadi, promosi ke eselon dua tidak terbatas pada mekanisme lelang. Dia nilai ini sangat memungkinkan, apalagi Bumi Sembada mendapat predikat terbaik nasional dalam rangka sistem merit dan manajemen talenta.
"Saya ingin bisa talent pool secepatnya. Saya itu kalau ada pelantikan kadang enggak tahu siapa-siapanya," terangnya dikonfirmasi Selasa (30/12).
Baca Juga: Tepi Pansela Bantul Dipenuhi Tumpukan Sampah akibat Intensitas Hujan yang Tinggi sejak Sabtu
Hanya saja untuk sekarang harus dipastikan sistem yang ada berjalan baik. Utamanya acuan sistem penilaian pegawai untuk bisa disebut sebagai sosok terbaik.
Ketika sudah baik, sistem ini dia sebut memungkinkan untuk pengisian jabatan. Bahkan untuk pengisian jabatan sekelas sekretaris daerah (sekda) sekalipun. "Walau untuk sekda memang harus hati-hati karena saya inginnya yang mumpuni. Benar-benar membantu bupati," katanya.
Baca Juga: Polres Kulon Progo Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas Saat Malam Tahun Baru
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sleman Wildan Solichin menjelaskan, untuk bisa menjalankan sistem talent pool memang saat ini pegawai didorong untuk melengkapi prestasi. Untuk nantinya bisa dikonversi jadi nilai. Misalnya, saat diundang jadi pembicara, mendapat penghargaan, hingga saat aktif dalam program-program tertentu.
"Jadi dinilai kemanfaatan pegawai. Termasuk jika ternyata juga dibutuhkan oleh masyarakat atau lembaga lain," katanya.
Baca Juga: Mengapa Vitamin C Penting Saat Musim Flu? Ini Penjelasan Ahli
Sistem talent pool menjadikan para pegawai dikelompokkan dalam kolom-kolom tertentu berdasarkan nilainya. Ketika memang dibutuhkan, tinggal melihat kolom tersebut. Jika dalam sebuah kolom kurang maka bisa mengambil kolom satu tingkat di bawahnya.
"Yang terbaik itu kolom sembilan. Jadi yang sudah dinilai akan dieksplorasi sesuai kebutuhan jabatan," katanya.
Menurutnya, sikap subjektif kepala daerah bisa dihindarkan. Lantaran pegawai harus bisa melampaui passing grade tertentu. Dengan demikian, pegawai yang disajikan sudah dipastikan layak untuk terpilih. (del/eno)