SLEMAN - Gelombang wisatawan mulai memadati Bumi Sembada pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berdasarkan data sementara yang dihimpun Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, sebanyak 92.016 pelancong tercatat telah memasuki Kabupaten Sleman.
Kepala Dishub Sleman Heri Kuntadi mengatakan, meski volume kendaraan meningkat, situasi lalu lintas di wilayah Sleman secara umum masih dalam kategori aman, terkendali, dan lancar (mandali). Sejak dimulainya PAM Nataru bersama jajaran Polres Sleman pada 20 Desember lalu, belum ada kemacetan yang bersifat krusial.
Rekayasa khusus sudah disiapkan oleh Polres Sleman pun sampai hari ini belum dilaksanakan. Sebagai contoh, salah satu titik krusial seperti Jalan Solo yang semula direncanakan akan ada penutupan sejumlah titik putar balik (u-turn), hingga kini masih dibuka secara normal. "Karena arusnya masih lancar, penutupan belum dilaksanakan," katanya Jumat (26/12).
Kendati demikian, Heri tetap mewaspadai potensi lonjakan arus kendaraan dalam waktu dekat. Berdasarkan hasil koordinasi dan diskusi lintas sektoral, puncak kepadatan lalu lintas diprediksi akan terjadi pada malam pergantian tahun.
"Di malam tahun baru nanti yang akan luar biasa. Kalau sejak malam Natal sampai sekarang posisi arus masih ramai lancar," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edy Winarya menyebut, kawasan lereng Gunung Merapi masih menjadi magnet utama bagi para wisatawan. Tercatat ada 26.298 pengunjung yang ada di wilayah tersebut Jumat (26/12).
Menurut Edy, jika dibandingkan dengan hari biasa, kunjungan wisata di Sleman saat ini terjadi lonjakan. Rerata persentase peningkatan pergerakan wisatawan berada di rentang 40 persen hingga 60 persen.
"Kami masih terus mengumpulkan data. Data lebih lengkap akan kami sampaikan setelah periode pencatatan libur Nataru berakhir," ujarnya. (ayu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita