SLEMAN - Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilun Najah Jogjakarta kembali menyelenggarakan wisuda santri lansia, Minggu (21/12/2025). Sebanyak 36 santri yang merupakan angkatan keenam diluluskan usai menjalani serangkaian program penghafalan Alquran.
Pengasuh Ponpes Sabilun Najah Jogjakarta H. Joko Wahono SPd, MAP mengatakan, ada tiga santri putra dan 28 santri putri yang diwisuda.
Rentang usia santri paling muda berkisar 50 tahun, sementara untuk santri tertua 85 tahun.
Joko menjelaskan, para santri lansia tidak hanya menjalani tahfidz atau proses menghafal Alquran secara sistematis dan teliti.
Namun juga diberikan materi keagamaan lain seperti fiqih ibadah syariat, akidah akhlak, dan fiqih muamalat.
"Misi saya mewadahi para lansia ini supaya ada tempat belajar, agar mereka mendapatkan bekal untuk menjemput husnul khotimah,” ujar Joko saat ditemui di sela kegiatan wisuda.
Menurutnya, ustadz dan ustadzah Ponpes Sabilun Najah menerapkan tilawati enam hari dalam seminggu selama satu tahun. Metode itu lebih mempermudah lansia untuk memahami dan menghafal Alquran.
Pengasuh ponpes yang beralamat di Temuwuh Kidul RT 3 RW 31, Sembung, Balecatur, Gamping itu menyampaikan, bakti sosial juga dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan wisuda.
Seratus paket sembako diberikan kepada santri dhuafa dan masyarakat kurang mampu di lingkungan ponpes.
Selain itu, bagi santri lansia putra yang diwisuda juga diberikan sarung dan baju muslim. Sementara untuk santri lansia putri diberikan mukena.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada donatur dan semua pihak yang sudah membantu, sehingga kegiatan berjalan lancar,” tambah Joko. (*/inu/laz)
Editor : Herpri Kartun