SLEMAN – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Sleman, Sabtu (20/12/2025) siang, memicu puluhan pohon tumbang, memutus jaringan listrik, serta merusak sejumlah rumah warga di beberapa wilayah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, berdasarkan laporan sementara, sedikitnya empat kapanewon terdampak yakni Pakem, Turi, Sleman, dan Tempel yang terdampak paling signifikan.
Dari keempat wilayah tersebut, Kapanewon Pakem menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak.
Tercatat 13 titik terdampak, mulai dari pohon tumbang yang menutup akses jalan, terputusnya jaringan listrik dan internet, hingga kerusakan bangunan milik warga.
"Untuk di Pakem ada 11 kejadian pohon tumbang, lalu di Turi empat kejadian pohon tumbang, Tempel ada dua kejadian pohon tumbang dan Sleman satu kejadian pohon tumbang," ungkapnya.
Menurutnya, dampak pohon tumbang juga sempat menutup akses jalan utama Pakem-Turi di wilayah Mangunan dan menimpa area perusahaan air minum dalam kemasan.
Di Dusun Nepen, Kalurahan Candibinangun, terjangan angin kencang menyebabkan atap asbes rumah warga beterbangan.
Pohon tumbang juga dilaporkan menimpa bangunan Villa Nepen, rumah milik warga bernama Hartono, serta sebuah pos ronda.
"Pohon tumbang juga sempat menutup akses jalan utama Pakem-Turi di wilayah Mangunan dan menimpa area perusahaan air minum dalam kemasan," jelas Bambang.
Dampak angin kencang juga meluas hingga ke Kapanewon Tempel.
Sebuah pohon tumbang melintang di jalan nasional Jogja–Magelang, tepatnya di Ngebong, Margorejo, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas sebelum berhasil dievakuasi petugas.
Selain menutup jalan, di Karanggawang, Mororejo, pohon jati yang ambruk juga memutus kabel jaringan listrik.
Sementara di Nglebeng, warga harus berjibaku menyelamatkan barang-barang lantaran atap rumah mereka tersapu angin.
Di Kapanewon Turi, banyak mengalami kerusakan rumah warga. Di Dusun Kendal, Kalurahan Bangunkerto, setidaknya ada tiga rumah warga rusak setelah tertimpa pohon tumbang.
Tak berhenti sampai di situ, di Kapanewon Sleman, satu titik pohon tumbang juga dilaporkan menutup akses jalan di Temulawak, Triharjo, tepatnya di sebelah utara RSUD Sleman.
"Upaya asesmen data dan penanganan darurat terus dilakukan. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk perbaikan jaringan listrik yang putus serta distribusi bantuan darurat bagi warga terdampak," ujarnya.
Meski tidak ada korban jiwa, tapi Masyarakat diimbau agar tetap waspada.
Sebab, potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang diprediksi masih dapat terjadi di wilayah Sleman dan sekitarnya.
Sementara, salah satu warga Pakem, tepatnya di Kalurahan Hargobinangun Laily Ika menjelaskan, hujan lebat masih mengguyur wilayahnya hingga sore hari, meski angin kencang sudah mereda.
“Tadi siang sempat mati lampu cukup lama, tapi sore ini sudah menyala. Akses internet juga sudah kembali normal,” ujarnya. (ayu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita