Kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jelang natal dan tahun baru (Nataru).
Tinjauan diawali dengan tera ulang terhadap alat ukur pompa bensin. Selanjutnya, pengecekan kualitas BBM yang dijual.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menjelaskan, tinjauan di lokasi ini penting lantaran ada potensi kepadatan frekuensi pembeli BBM di wilayah timur.
Mengingat adanya gerbang tol yang sudah mencapai wilayah Prambanan, Klaten.
"Jangan sampai kehabisan dan menjadi kekhawatiran masyarakat," terangnya ditemui di sela-sela tinjauan.
Dia menyebut, seluruh pengecekan menunjukkan hasil yang bagus. Harapannya ini bisa dipertahankan agar kejadian mengenai kecurangan takaran tidak lagi terulang di Bumi Sembada.
Kondisi ini dia sebut bisa merugikan pengusaha sendiri, termasuk berdampak buruk pada citra masyarakat.
Jumlah SPBU di Kabupaten Sleman sendiri tercarat ada 51. Pengecekan dari UPTD Metrologi Legal Sleman terus dilakukan sejak pekan lalu dan kini hanya tinggal 15 tempat tersisa.
Fokus utamanya ada di SPBU di sepanjang jalan utama maupun jalur wisata. SPBU di Jalan Kaliurang yang sempat ditutup karena kecurangan takaran juga sudah bisa beroperasi.
Uji tera pada alat pompa baru sudah dilakukan. Hanya saja masih menunggu kuota Perlalite. Kemungkinan menunggu tahun depan lantaran kuota diberikan tahunan.
Danang menambahkan, Pemkab Sleman juga telah mengajukan permohonan tambahan stok bagi gas 3 kilogram sejumlah 169.000 tabung.
Harapannya bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan, termasuk bagi para penjual makanan.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina DIJ Jateng, Mahfud Nadyo Hantoro menjelaskan, BBM yang dijual pada masyarakat telah melalui berbagai pengecekan.
Misalnya, uji warna, densitas, hingga tera berkala. Untuk nantinya bisa menjaga kualitas maupun kuantitasnya.
"Kami berkomitmen untuk menjaga stok produk subsidi maupun non-subdisi. Kami juga ada satgas khusus untuk memantau," katanya.
Khusus untuk momen Nataru ini, dia memprediksi ada peningkatan konsumsi BBM lima sampai sepuluh persen.
Untuk itu, turut disiapkan SPBU kantong yang ditempatkan di beberapa titik. Mobile storage yang berupa truk tangki ini merupakan cadangan agar ketika ada SPBU yang akan kehabisan, bisa langsung dilakukan isi ulang.
Tanpa harus menunggu kiriman dari Rewulu. Ini juga sebagai bentuk antisipasi jika pengiriman terhambat jalur yang macet.
"Kalau untuk tambahannya kuota akan kami pantau. Jadi dinamis melihat kebutuhan," katanya. (del)
Editor : Bahana.