SLEMAN - Program makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya menyasar anak sekolah. Namun, juga kelompok ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita yang disebut dengan sasaran B3. Di Kabupaten Sleman tercatat ada 1.094 bumil dan busui yang telah mendapatkan paket MBG. Sementara untuk balita sejumlah 4.232 orang.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sleman Hening Sucahya menjelaskan, untuk total sasaran B3 di Bumi Sembada ini masih terus dipetakan di masing-masing kapanewon. Sementara untuk produksinya tidak berbeda dengan anak sekolah, yakni melalui satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
"Untuk pendistribusian juga sama dilaksanakan sesuai dengan hari kerja," sebutnya dikonfirmasi lewat pesan singkat Jumat (12/12).
Untuk menunya juga tidak jauh berbeda dengan MBG para siswa. Terdiri dari sumber karbohidrat dari nasi, lalu protein hewani dari ayam atau telur, protein nabati dari tahu atau tempe, sayur, buah, dan susu. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian.
Hening menjelaskan, pelaksanaannya dilakukan secara terintegrasi melalui Posyandu maupun tim pendamping keluarga. Agar tepat sasaran, dia sebut juga dilakukan sinergi dengan BKKBN, Puskesmas, dan pemerintah kalurahan setempat.
"Tujuannya untuk mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi ibu dan anak," tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Margomulyo, Seyegan, Joni Prasetyo menjelaskan, Badan Gizi Nasional telah meluncurkan layanan call center 127. Ini sebagai kanal resmi pengaduan masyarakat terkait kendala logistik, kualitas pangan, hingga pelaksanaan MBG.
"Jika ada masalah, masyarakat bisa langsung mengadukan dan penanganannya dapat lebih cepat. Ini jadi langkah maju akuntabilitas program," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita